Radarsampitjawapos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), telah membangun pabrik pakan ternak di Desa Bukit Harapan (SP3) Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Fasilitas itu diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pakan ternak di provinsi ini, dan menyerap hasil pertanian jagung.
----------------------------------
Salah satu latar belakang perlunya pembangunan pabrik pakan skala besar itu, melihat dari tingginya kebutuhan pakan ternak di Kalteng. Diungkapkan bahwa kebutuhan pakan ternak unggas di daerah ini lebih kurang sebesar 338,25 ribu ton.
Sebanyak 172,65 ribu ton untuk usaha unggas bergabung dalam korporasi, yang sudah terbangun sistem hulu-hilirnya. Sedangkan untuk kebutuhan peternak rakyat sebesar 165,60 ribu ton yang memerlukan jaminan ketersediaan dan harga yang terjangkau.
Hal itu diungkap, ketika peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo pada September 2023 lalu. Kemudian pembangunan berlanjut di tahun 2024 dan ditarget mulai beroperasi pada awal 2025.
Selain itu, kapasitas produksi diproyeksikan mencapai 10 ton/jam atau 80 ton/hari, yang memproduksi pakan untuk ternak unggas, ruminansia (hewan pemamah biak) dan ikan.
Namun, selama tahun 2025 lalu, pabrik tersebut belum bisa memproduksi pangan, kendati peralatan mesin dan tenaga teknis yang menjalankan sudah aktif.
Dijelaskan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng Rendy Lesmana, sesuai arahan gubernur, penyelesaikan pembangunan pabrik tersebut merupakan salah satu prioritas utama di 2026 ini. Termasuk dalam program strategis di sektor pertanian dan peternakan.
“Percepatan penyelesaian sektor pertanian menjadi fokus pemerintah provinsi. Salah satu program strategis tersebut adalah pabrik pakan ternak, serta pengolahan gabah menjadi beras untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Arahan Pak Gubernur akan kami selesaikan tahun ini. Apa yang sudah dianggarkan harus bisa dituntaskan,” ujarnya, Senin (2/2).
Rendy juga meluruskan, terkait ada informasi yang menyebut pabrik pakan ternak telah beroperasi sejak 2025. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan selama ini bukan operasi penuh, melainkan upaya pemeliharaan mesin agar tetap berfungsi dengan baik.
“Bukan beroperasi, tetapi menjaga mesin yang sudah terpasang agar tidak rusak. Mesin dipasang lebih awal dibandingkan fasilitas lainnya, sehingga harus tetap dijaga,” sebutnya.
Dikatakannya pula, sementara ini pengelolaan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok tani setempat, dengan melibatkan petugas yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Mesin pabrik sesekali dioperasikan agar tetap hidup dan tidak mengalami kerusakan teknis.
“Mesin memang harus tetap dijalankan. Beberapa kali sudah digunakan oleh petugas yang dilatih. Targetnya, mudah-mudahan pada semester kedua tahun ini bisa beroperasi secara penuh dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” papar Rendy.
Keberadaan pabrik ini dinilai memiliki multiplier effect bagi berbagai sektor, mulai dari petani jagung, pembangunan infrastruktur, hingga pemenuhan pasokan listrik di wilayah sekitar. Selain itu, pabrik pakan ternak juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Pemprov juga merencanakan pembangunan pabrik pakan ternak tambahan di wilayah tengah dan timur Kalimantan Tengah, dengan kapasitas produksi mencapai 200 ton per jam.
Ke depan tambah Rendy, keberadaan pabrik pakan ternak ini diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian dan peternakan secara berkelanjutan. Sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani jagung dan masyarakat sekitar. (*/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama