Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Lima Desa di Kotim Masih Blank Spot, Diskominfo Siapkan Evaluasi Total dan Solusi Satelit

M. Akbar • Senin, 2 Februari 2026 | 12:52 WIB
Kepala Diskominfo Kotim, Cok Orda Putra Legawa, mengatakan evaluasi akan dilakukan dengan memverifikasi langsung kondisi lapangan.  (Akbar/Radar Sampit)
Kepala Diskominfo Kotim, Cok Orda Putra Legawa, mengatakan evaluasi akan dilakukan dengan memverifikasi langsung kondisi lapangan. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyiapkan langkah evaluasi menyeluruh untuk mengatasi masih adanya lima desa yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi atau blank spot.

Penanganan wilayah tanpa sinyal tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam program 100 hari kerja.

Kepala Diskominfo Kotim, Cok Orda Putra Legawa, mengatakan evaluasi akan dilakukan dengan memverifikasi langsung kondisi lapangan. Berdasarkan data terakhir per 15 April 2025, lima desa masih tercatat belum terlayani jaringan, terutama berada di wilayah utara dan daerah terpencil.

“Data ini akan kami validasi di lapangan dengan mengombinasikan data dari Dinas PMD dan indeks desa membangun, khususnya terkait infrastruktur jaringan,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk mengetahui titik pasti kelemahan jaringan, termasuk keterbatasan infrastruktur pendukung seperti penerangan jalan umum (PJU).

Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar penentuan solusi yang paling sesuai dengan kondisi geografis masing-masing desa.

Sebagai langkah antisipasi, Diskominfo Kotim menyiapkan alternatif pemanfaatan teknologi, seperti penggunaan layanan internet berbasis satelit Starlink serta dukungan panel surya untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan listrik dan telekomunikasi konvensional.

“Untuk desa-desa dengan akses sulit, teknologi satelit dan energi alternatif bisa menjadi solusi agar masyarakat tetap terhubung,” katanya.

Pria yang akrab disapa Coki ini menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh desa di Kotim dapat terlayani jaringan telekomunikasi. Namun demikian, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pembangunan infrastruktur jaringan.

Oleh karena itu, Pemkab Kotim membuka peluang kolaborasi dengan pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar desa blank spot agar turut berkontribusi dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi.

“Dengan kolaborasi dan pemetaan yang tepat, kami berharap permasalahan blank spot ini bisa ditangani secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#starlink #DISKOMINFO KOTIM #sampit #blank spot #satelit #desa