Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hujan Datang, Ancaman Kekeringan dan Karhutla Siap Mengadang

Usay Nor Rahmad • Jumat, 30 Januari 2026 | 10:40 WIB

lahan gambut di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, belum lama ini. (TRC BPBD Kotim).
lahan gambut di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, belum lama ini. (TRC BPBD Kotim).
 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Hujan dengan intensitas cukup deras yang mengguyur Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Kamis (29/1) malam belum sepenuhnya mengakhiri persoalan kekeringan di wilayah selatan.

Krisis air bersih masih dirasakan masyarakat, sementara potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi perhatian.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, curah hujan pada 29 Januari 2026 tercatat mencapai 20,2 milimeter.

Hujan tersebut masuk kategori ringan hingga sedang, namun distribusinya belum merata, terutama di kawasan selatan Kotim.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, meski hujan telah turun, pihaknya masih terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Pada Jumat (30/1/2026), BPBD kembali mendistribusikan air bersih ke Desa Regei Lestari, Kecamatan Teluk Sampit.

“Untuk penyaluran hari ini kami menurunkan lima unit armada. Permintaan awal sebanyak 20 ribu liter, namun kami siapkan 22 ribu liter,” kata Multazam.

Ia menjelaskan, berdasarkan komunikasi dengan Camat Teluk Sampit, hujan juga sempat turun di wilayah ujung Pandaran. Namun durasinya relatif singkat sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih.

“Hujan ada, tapi cuma sebentar. Harapannya hujan bisa terus berlanjut agar kondisi kekeringan di wilayah selatan bisa berkurang,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, BMKG juga merilis analisis potensi kebakaran hutan dan lahan. Untuk periode 30 hingga 31 Januari 2026, sebagian besar wilayah Kotim berada pada kategori aman. Meski demikian, terdapat sejumlah titik yang masuk kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, khususnya di wilayah barat dan utara.

Ancaman karhutla juga diperkuat dengan temuan titik panas. Dalam pemantauan 24 jam terakhir hingga Jumat (30/1) pukul 07.00 WIB, terdeteksi lima hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah. Titik panas tersebut tersebar di Kecamatan Kota Besi, Palangan, Telawang, dan Sebabi.

BMKG mencatat arah angin dominan bergerak dari barat ke timur. Kondisi ini dinilai berpotensi mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran, terutama di kawasan bergambut.

Sementara itu, prakiraan cuaca 24 jam ke depan menunjukkan potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Kotim. Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap ancaman karhutla serta menggunakan air bersih secara bijak di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

BPBD Kotim memastikan penyaluran air bersih dan pemantauan hotspot akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#karhutla kotim #sampit #kalteng