SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Buaya muara berukuran besar kembali menampakkan diri di wilayah Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kemunculan predator sungai ini disebut warga tidak biasa, karena terlihat jelas di dekat aktivitas masyarakat.
Salah seorang warga, Izai, mengungkapkan buaya tersebut muncul pada subuh Rabu (28/1/2026) di pinggir kelotok saat warga sedang memancing di Sungai Mentaya, wilayah Mentaya Seberang.
“Subuh buaya muncul di pinggir kelotok saat warga memancing di Mentaya Seberang,” ungkap Izai.
Kemunculan buaya muara itu sempat diabadikan oleh salah satu warga. Namun, setelah disorot menggunakan cahaya senter, buaya tersebut perlahan menghilang dan kembali menyelam ke sungai dengan tenang.
Menanggapi laporan tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar Sungai Mentaya, terutama pada waktu rawan seperti menjelang senja hingga subuh hari.
“Meski saat ini pemantauan dan penanggulangan konflik buaya bukan lagi menjadi tugas kami, namun kami tetap mengingatkan warga agar selalu berhati-hati,” ujar Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, Kamis (29/1/2026).
Ia menambahkan, kawasan Mentaya Seberang masih sering digunakan warga, termasuk anak-anak, untuk mandi dan berenang di sungai, sehingga potensi bahaya tetap tinggi.
Sebagai catatan, berdasarkan data BKSDA, sejak tahun 2010 hingga 2025 telah terjadi 56 kasus serangan buaya terhadap manusia di wilayah Kalimantan Tengah, dengan sembilan orang di antaranya meninggal dunia.
Saat ini, penanganan konflik buaya di Kotim secara teknis berada di bawah kewenangan Dinas Perikanan dan Kelautan.
Namun, BKSDA berharap kesadaran dan kewaspadaan masyarakat menjadi langkah utama dalam mencegah jatuhnya korban.
Sementara terkait buaya yang baru saja muncul di Mentaya Seberang ini, pihak BKSDA meyakini adalah buaya yang muncul saat Lomba Dayung belum lama ini.(oes)
Editor : Slamet Harmoko