Kebakaran Lahan Seluas 8 Hektare di Dalam Kota Sampit Timbulkan Asap Tebal
Heny Pusnita• Rabu, 28 Januari 2026 | 22:10 WIB
Pemadaman kebakaran lahan di Jalan Sawit Raya, Rabu (28/1) sore.
SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Sampit masih terus terjadi. Peningkatan kejadian kebakaran dalam beberapa pekan terakhir masih terus terjadi di sejumlah titik. Bau asap yang tertinggal di malam hari hingga pagi menjelang menandakan Kabupaten Kotawaringin Timur sedang menghadapi siaga karhutla.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim kali ini menangani pemadaman kebakaran lahan di Jalan Sawit Raya yang diperkirakan terbakar seluas 8 Ha pada Rabu (28/1) sekitar pukul 14.45 WIB.
"Tim reaksi cepat sudah memadamkan api di lokasi kebakaran agar api tidak semakin meluas. Namun, hingga 17.10 kebakaran lahan masih belum padam sepenuhnya, TRC kembali ke posko dikarenakan lokasi sudah gelap," kata Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Rabu (28/1).
Lahan gambut setebal 60-80 cm menjadi kendala dalam proses penanganan kebakaran. Kobaran api cepat merambat membuat api sulit dipadamkan. Sehingga belasan personel gabungan yang diturunkan ke lokasi kejadian kewalahan memadamkan api yang meluas.
Selain itu, tak adanya akses jalan untuk jalur mobil tangki dan tidak adanya sumber air disekitar lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri bagi pasukan penakluk api.
"Lokasi kejadian kebakaran yang sudah dilakukan pemadaman akan kami monitoring lagi besok untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak semakin meluas," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kotim telah mempersiapkan sarana dan prasarana sebagai bentuk kesiapsiagaan.
"Saat ini Kotim masih mengaktifkan status siaga karhutla mulai 23 Januari-21 Februari 2026. Siaga karhutla ini diaktifkan selama sebulan dikarenakan meningkatnya kejadian kebakaran selama dua pekan terakhir ditambah intensitas curah hujan menurun sehingga lahan gambut sangat rawan terbakar. Kami terus ingatkan warga agar tidak membakar lahan dengan cara membakar," tandasnya. (hgn)