SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit mendeteksi enam titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam pemantauan 24 jam terakhir.
Data tersebut diakses pada 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB melalui sistem pemantauan hotspot nasional.
Berdasarkan rekapitulasi, seluruh hotspot yang terpantau berada pada tingkat kepercayaan menengah (medium). Titik-titik panas tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Bukit Santuai, Tumbang Batu, Cempaga, Patai, Mentaya Hulu, dan Santilik.
Detail data BMKG mencatat, hotspot terdeteksi oleh satelit SNPP dan NOAA-20 dengan radius kemungkinan kebakaran mencapai 321 meter. Seluruh titik berada di wilayah administratif Kabupaten Kotawaringin Timur.
Selain hotspot, BMKG juga merilis analisis potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Untuk periode 25–26 Januari 2026, sebagian wilayah Kalteng, termasuk Kotim, berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, terutama di kawasan bergambut.
Dari sisi dinamika atmosfer, BMKG menjelaskan bahwa arah angin pada 25 Januari 2026 didominasi bertiup dari barat hingga barat laut menuju timur. Kondisi ini berpotensi mempercepat penjalaran api apabila terjadi kebakaran lahan.
Sementara itu, hasil analisis citra satelit cuaca Himawari-8 Infra Red Enhanced pada pukul 07.00 WIB menunjukkan tidak terdapat pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Minimnya tutupan awan mengindikasikan peluang hujan relatif kecil, sehingga risiko karhutla masih perlu diwaspadai.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan karhutla.
Aktivitas pembakaran lahan diminta untuk dihindari, serta upaya patroli dan pemantauan lapangan perlu terus diperkuat guna mencegah kebakaran meluas. (oes)
Editor : Slamet Harmoko