Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hari Keramat, Tiga Pemotor Terkapar di Jalan Trans Kalimantan. Tabrakan Adu Banteng dengan Kendaraan Angkut

Ria Mekar Anggreany • Jumat, 23 Januari 2026 | 22:05 WIB
Situasi pasca lakalantas yang terjadi di hari yang sama, Jumat (23/1) pagi dan sore hari. Di trans Kalimantan, wilayah Palangka Raya dan Lamandau.
Situasi pasca lakalantas yang terjadi di hari yang sama, Jumat (23/1) pagi dan sore hari. Di trans Kalimantan, wilayah Palangka Raya dan Lamandau.

 

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Korban kecelakaan lalulintas terus berjatuhan di trans Kalimantan di wilayah Kalteng , melibatkan kendaraan angkut versus pengendara sepeda motor.

Dalam satu hari, Jumat (23/1/2026) kemarin, tiga pemotor tergeletak seketika di jalan setelah bertabrakan depan lawan depan, alias adu banteng dengan kendaraan angkutan. Satu korban tewas seketika di jalan, dua lainnya mengalami patah tangan dan kaki.

Korban lakalantas itu, akibat dari dua kecelakaan yang terjadi di dua wilayah, di Palangka Raya dan di Kabupaten Lamandau.

Di Palangka Raya, kecelakaan maut terjadi sekitar pukul 08.15 WIB di Jalan Tjilik Riwut Km 48, Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu. Melibatkan satu unit mobil Suzuki Pikap  warna hitam bernomor polisi DA 8174 LA dengan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi KH 3810 BW.

Akibat kejadian itu, pengendara sepeda motor berinisial MR mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara itu, pengemudi  pikap berinisial H (35) mengalami luka lecet pada pergelangan tangan kanan, dan penumpangnya berinisial M.A. (23) dilaporkan tidak mengalami luka. Kejadian ini pun ditangani Polresta Palangka Raya, yang langsung menurunkan personel ke lokasi kejadian.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, melalui Kapolsek Bukit Batu IPDA Mahammad Hafiizh Ramadhan mengungkapkan, pihaknya telah ke lokasi kejadian untuk pengamanan TKP, pengaturan arus lalu lintas, mengurai kemacetan, mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan, serta melakukan pendataan terhadap para pihak terlibat,  bersama personel Satlantas sebelum penanganan lanjutan.

Kasat Lantas Polresta Palangka Raya Kompol Egidio Sumilat mengungkapkan, dugaan sementara kecelakaan, yakni akibat manuver kendaraan saat mendahului, yang menyebabkan salah satu kendaraan kehilangan kendali hingga terjadi tabrakan.

Setelah arus lalu lintas kembali normal, penanganan lanjutan dilimpahkan kepada Unit Laka Lantas Polresta Palangka Raya untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Polisi juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati, mematuhi aturan berlalu lintas, dan mengutamakan keselamatan saat berkendara,”imbuh Egidio.

Sementara itu di Kabupaten Lamandau, kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Lintas Kalimantan, di sekitar Simpang Mes Desa, Kecamatan Bulik. Melibatkan satu unit sepeda motor dengan dua orang berboncengan, ‘adu banteng’ dengan truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) kapasitas 1000 liter, Jumat sore (23/1/2026).

Peristiwa itu menyebabkan korban sempat beberapa lama tergeletak di tengah jalan, dengan kondisi luka parah dan mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangan.

Kedua korban mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion berwarna putih saat menghantam bagian depan truk tangki CPO. Kondisi motor korban mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan akibat benturan keras yang terjadi. Sementara truk, mengalami lecet dan pecah lampu depan sebelah kanan.

Menurut keterangan beberapa warga di lokasi kejadian, kedua pria tersebut mengalami luka-luka yang cukup serius. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) segera berusaha memberikan pertolongan pertama sembari menunggu bantuan medis dan pihak kepolisian datang ke lokasi guna mengevakuasi para korban.

Salah satu warga setempat bernama Iman menuturkan,  kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti dari mana arah datangnya kedua kendaraan tersebut sebelum benturan terjadi. Menurutnya, suara dentuman keras tiba-tiba terdengar dan mengejutkan warga yang sedang beraktivitas.

"Kami belum mengetahui pasti kronologisnya, kaget juga karena tiba-tiba sepeda motor tersebut menabrak truk tangki CPO itu," ujar Iman usai mengantar korban ke RS menggunakan pikap.

Ia menambahkan bahwa situasi jalan saat itu memang cukup ramai seperti biasanya pada sore hari.  Arus lalu lintas di jalan Trans Kalimantan itu sempat mengalami kemacetan, singkat akibat banyaknya warga yang berhenti untuk melihat kondisi korban.

Kapolres Lamandau melalui Kasatlantas Polres Lamandau, AKP Susanto, saat dikonfirmasi membenarkan aperistiwa kecelakaan tersebut. Pihaknya telah merespons cepat laporan masyarakat dengan menerjunkan personel ke lokasi guna melakukan olah TKP awal.

"Anggota Satlantas mengumpulkan keterangan saksi dan mengamankan barang bukti,” sebutnya.

Diungkapkan pula, kecelakaan itu berawal ketika pengendara motor dengan kecepatan tinggi mendahului mobil di depannya, dan tak menyadari tiba-tiba muncul truk pengangut CPO dari arah berlawanan.

Diinformasikan pula, sopir pengemudi truk tersebut berinisial E 32 tahun warga asal Seruyan. Sedangkan korban inisial PA 20 tahun dan MW 19 tahun, warga Nanga Bulik.

Setelah sempat dirawat secara medis, kedua korban kecelakaan itu kemudian dibawa pihak keluarganya pulang ke kampung, untuk diberikan pengobatan dan perawatan secara tradisional.(daq/mex/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#trans kalimantan #lamandau #PALANGKA RAYA #terkapar di jalan #pemotor #korban kecelakaan #kendaraan angkut #Polresta Palangka Raya #truk cpo