SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Masalah berulang, rusaknya lantai Jembatan Sei Mentawa atau dikenal dengan sebutan Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono Sampit, bakal diakhiri. Direncanakan pada tahun 2027, Pemkab Kotim bakal membangun ulang jembatan tersebut dengan kontruksi permanen.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, Jumat (23/1).
"Insya Allah, tahun 2027 Jembatan Sei Mentawa akan dibangun dengan konstruksi baru. Tahun ini, dilakukan Feasibility Studi (FS) atau studi kelayakan. Jembatan ini sudah tua, kami sudah berusaha mencari data konstruksi bangunan lama, namun belum ketemu sehingga FS perlu dilakukan," ujarnya.
Diterangkan, Jembatan Patah termasuk jembatan komposit yang dibangun di bawah tahun 2000 menggunakan rangka besi dan lantai dari kayu ulin yang memiliki panjang 30 meter dan lebar 5 meter.
"Kami tidak kurang perhatian menangani Jembatan Patah. Jembatan ini sudah sering dilakukan perbaikan. Dulu tahun 2023 sudah ada rencana akan dilakukan kajian teknis, namun itu tidak jadi dikarenakan recofusing anggaran, sehingga untuk penanganan jangka pendeknya yang bisa kami lakukan hanya pemeliharaan secara berkala," ujarnya.
Mentana juga mengungkapkan, Tidak hanya Jembatan Patah di Sei Mentawa 1, pada tahun 2023 lalu juga telah direncakanan kajian teknis di Jembatan Sei Mentawa 2, di Jalan Iskandar. Namun rencana itu gagal karena penolakan anggaran.
"Dua jembatan ini masuk daftar prioritas yang akan dianggarkan. Jembatan Patah ini memang harus dibongkar, dibangun baru. Targetnya tahun ini dilakukan perencanaan teknis dulu. Hasil kajian teknis ini yang akan menentukan apakah perlu pengadaan tanah, perlunya pemindahan atau tidak, termasuk jenis konstruksi jembatan yang akan digunakan nantinya dan berapa besaran anggaran yang dibutuhkan," urainya.
Mentana menambahkan, di tahun 2026 ini, Pemkab Kotim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 400 juta untuk pemeliharaan Jembatan Patah Sei Mentawa 1.
"Sambil menunggu pembangunan jembatan baru di tahun 2027. Tahun ini dianggarakan Rp 400 juta untuk pemeliharaan Jembatan Sei Mentawa 1 untuk pergantian plat besi dan pergantian lantai jembatan kayu, agar lebih aman dan nyaman dilewati pengendara," bebernya.
Mentana juga mengungkapkan, tahun 2024 hingga 2025, DSDABMKPRKP Kotim telah mengelola 232 unit jembatan dengan total panjang 4.834,0 meter.
Dalam perkembangan tahun lanjutnya, terjadi pergeseran jenis konstruksi jembatan. Jembatan kayu menurun dari 150 unit (3.547,5 meter) menjadi 148 unit (3.517,5 meter). Sebaliknya, jembatan beton meningkat dari 69 unit (521,5 meter) menjadi 70 unit (531,5 meter) dan jembatan baja bertambah dari 13 unit (765,0 meter) menjadi 14 unit (785,0 m).
“Pergeseran konstruksi jembatan ini menunjukkan adanya upaya peningkatan kualitas struktur jembatan dari kayu menjadi kontruksi beton yang lebih kuat dan permanen," pungkas Mentana. (hgn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama