SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, satu titik kebakaran dilaporkan menyala di Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Ironisnya lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau oleh petugas di lapangan.
Dari foto yang diterima redaksi, lokasi kebakaran berada di seberang sungai. Kondisi ini sangat menyulitakn petugas. Kondisi itu sangat mungkin bisa tertangani bila ada bantuan water bombing.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan informasi kebakaran tersebut diterima dari pihak perusahaan di sekitar lokasi.
“Api menyala di Desa Natai Baru, tetapi tidak bisa dijangkau. Informasi kami terima dari perusahaan,” ungkap Multazam, Jumat (23/1/2026).
Seiring meningkatnya kejadian karhutla sejak awal tahun, Pemerintah Kabupaten Kotim resmi menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026. Status ini diberlakukan selama 30 hari, terhitung mulai 23 Januari hingga 21 Februari 2026.
Multazam menjelaskan, penetapan siaga darurat menjadi langkah antisipasi untuk memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor, menyusul tren peningkatan hotspot dan kejadian kebakaran di sejumlah wilayah.
“Apabila ke depan jumlah hotspot maupun kejadian kebakaran terus meningkat, maka status siaga darurat akan dinaikkan menjadi status tanggap darurat karhutla,” tegasnya.
Ia menambahkan, peningkatan status tersebut akan didahului dengan rapat koordinasi kembali bersama seluruh pihak terkait, termasuk instansi vertikal dan pemangku kepentingan lainnya.
Sepanjang Januari 2026, BPBD Kotim mencatat sedikitnya delapan kejadian kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di berbagai kecamatan. Beberapa di antaranya bahkan menghanguskan lahan cukup luas.
Rinciannya, pada 15 Januari 2026 terjadi kebakaran di Simpang Kuala Pembuang, Jalan menuju Desa Ujung Pandaran RT 4 dengan luasan terbakar mencapai 6 hektare. Selanjutnya, 16 Januari 2026 kebakaran terjadi di Desa Babirah dengan luasan sekitar 0,05 hektare.
Pada 20 Januari 2026, kebakaran lahan juga dilaporkan di Eka Bahurui dengan luasan 0,001 hektare. Sehari kemudian, 21 Januari 2026, api muncul di beberapa lokasi sekaligus, yakni di Jalan Bawi Jahawen seluas 0,06 hektare, Jalan Poros Perum Betang Raya seluas 0,4 hektare, serta Desa Luwuk Bunter, meski data luasan masih dalam proses pembaruan.
Kejadian karhutla berlanjut pada 22 Januari 2026 di Desa Terantang dengan data luasan yang juga belum diperbarui, serta di Desa Penyang, Kecamatan Telawang, dengan luasan terbakar mencapai 1 hektare.
Melihat kondisi tersebut, BPBD Kotim kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.
“Keterlibatan masyarakat sangat penting. Deteksi dini dan laporan cepat akan sangat membantu mencegah kebakaran meluas,” pungkas Multazam. (oes)
Editor : Slamet Harmoko