Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Polres Kotim Pastikan Isu Tawuran di Samuda Adalah Hoaks

Slamet Harmoko • Kamis, 22 Januari 2026 | 16:27 WIB
Pemilik akun medsos minta maaf usai sebar hoaks. Humas Polres
Pemilik akun medsos minta maaf usai sebar hoaks. Humas Polres

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabar adanya aksi tawuran di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang sempat menggemparkan warga, dipastikan tidak benar alias hoaks.

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun Facebook Maria Mua Samuda di grup Kabar Samuda pada Selasa (20/1/2026). Dalam unggahannya, akun tersebut menyebutkan adanya tawuran pada Senin (19/1/2026) sekitar tengah malam di sekitar Kafe Clowfee, dengan narasi sekelompok orang membawa senjata tajam dan senapan angin.

Menanggapi informasi tersebut, Kepolisian Resor Kotim melalui jajaran Polsek Jaya Karya langsung melakukan pengecekan di lapangan.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko mengatakan bahwa personel kepolisian telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) serta monitoring setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Personel Polsek Jaya Karya melaksanakan pulbaket dan monitoring terkait informasi yang beredar tentang dugaan tawuran di wilayah Samuda,” kata AKP Edy, Kamis (22/1/2026).

Dari hasil pengecekan di lokasi yang disebutkan dalam unggahan tersebut, polisi memastikan tidak ditemukan adanya aksi tawuran sebagaimana yang diinformasikan di media sosial.

AKP Edy menjelaskan, berdasarkan klarifikasi dari pemilik akun Facebook tersebut, yang bersangkutan tidak menyaksikan langsung adanya peristiwa tawuran. Ia hanya melihat sekelompok remaja melintas menggunakan sepeda motor.

“Yang bersangkutan melihat sekitar enam hingga tujuh orang remaja melintas menggunakan kendaraan roda dua di depan Kafe Clowfee, Jalan Partoe Muksin, Kelurahan Basirih Hilir, sekitar pukul 00.30 WIB,” jelasnya.

Terkait narasi membawa senapan angin dan senjata tajam, polisi juga mendapatkan keterangan dari warga sekitar Jalan Partoe Muksin bahwa aktivitas tersebut kerap dilakukan warga untuk berburu burung, ikan, atau kodok pada malam hari, bukan untuk tawuran.

“Di lokasi tersebut tidak ditemukan adanya kejadian tawuran,” tegas AKP Edy.

Atas unggahan yang sempat menimbulkan keresahan di masyarakat, pemilik akun Facebook Maria Mua Samuda telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf atas informasi yang tidak benar tersebut. Klarifikasi dilakukan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Jaya Karya Samuda.

Polres Kotim mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#tawuran #polres kotim #samuda #kotim #hoaks