Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Setelah Viral Lantai Lepas, Jembatan Patah Kapten Mulyono Mulai Langsung Diperbaiki

Usay Nor Rahmad • Rabu, 21 Januari 2026 | 11:35 WIB

 

Perbaikan Jembatan Kapten Mulyono Sampit, mulai dikerjakan akibat banyak masyarakat yang mengeluhkan kerusakannya.(oes/Radar Sampit)
Perbaikan Jembatan Kapten Mulyono Sampit, mulai dikerjakan akibat banyak masyarakat yang mengeluhkan kerusakannya.(oes/Radar Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Keluhan masyarakat terkait kondisi Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono akhirnya ditindaklanjuti. Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan mulai melakukan perbaikan pada jembatan tersebut sejak hari ini.

Pengawas Lapangan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Alfian mengatakan, kegiatan ini merupakan respons atas laporan warga sekaligus instruksi langsung dari dinas terkait. Fokus utama perbaikan adalah mengganti kayu lantai jembatan yang rusak serta memasang kembali baut-baut yang terlepas.

“Plat lantai jembatan masih cukup utuh, jadi kami hanya menambah baut yang lepas dan mengganti kayu yang sudah rusak,” ujar Alfian di lokasi, Selasa (21/1/2026).

Ia menjelaskan, proses pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu dua hari. Selama perbaikan berlangsung, jembatan akan ditutup total pada jam kerja, namun tetap dibuka saat jam istirahat untuk mengurangi gangguan lalu lintas.

“Hari ini kami bekerja sampai pukul 14.00 meski cuaca cukup panas. Besok mulai pukul 08.00 jembatan akan ditutup total lagi selama pengerjaan,” jelasnya.

Menurut Alfian, pemeliharaan terakhir jembatan tersebut sebenarnya baru dilakukan pada Desember 2025 lalu, meliputi pemasangan baut dan penggantian kayu. Namun, tingginya mobilitas kendaraan angkutan berat membuat kondisi jembatan cepat kembali rusak.

“Penyebab terbesar kerusakan adalah kendaraan dengan muatan berat. Padahal ketentuan maksimal hanya 12 ton. Kalau hanya kendaraan pribadi, seharusnya jembatan bisa bertahan lebih lama,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemeliharaan jembatan sangat bergantung pada situasi di lapangan. Jika kondisi sudah membahayakan pengguna jalan, perbaikan akan segera dilakukan meskipun jarak pemeliharaan sebelumnya masih sangat dekat.

“Kami fokus pada keselamatan masyarakat. Kalau sudah membahayakan, mau tidak mau harus segera diperbaiki, walaupun baru sebulan,” katanya.

Terkait plat besi lantai jembatan yang sempat hilang pada 2025 lalu, Alfian mengungkapkan bahwa plat tersebut berhasil ditemukan dan dipasang kembali. Plat besi tersebut diketahui sempat bergeser hingga sekitar 100 meter dari lokasi awal.

“Total ada 20 lembar plat besi. Satu lembar plat saja beratnya, empat orang laki-laki angkat belum tentu bisa. Tapi kalau memang niat mencuri, tetap bisa terjadi,” ujarnya.

Dengan perbaikan yang dilakukan saat ini, UPTD berharap Jembatan Patah Kapten Mulyono kembali aman dilalui dan tidak lagi menimbulkan korban akibat kerusakan struktur. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#lantai #jembatan #sampit #kotim #jembatan patah