Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Setelah Plat Besi Lepas, Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono Akhirnya Makan Korban

Usay Nor Rahmad • Rabu, 21 Januari 2026 | 08:30 WIB

Jembatan Kapten Mulyono Sampit dengan alas-alas besi yang berserakan di atasnya rawan membahayakan pengguna jalan. (Oes/Radar Sampit)
Jembatan Kapten Mulyono Sampit dengan alas-alas besi yang berserakan di atasnya rawan membahayakan pengguna jalan. (Oes/Radar Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kondisi Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, kembali memakan korban. Dua mobil dilaporkan mengalami pecah ban saat melintas di jembatan tersebut pada Selasa malam (20/1/2026).

Insiden ini diduga kuat berkaitan dengan rusak dan lepasnya besi plat lantai jembatan yang sebelumnya ditemukan berada di pinggir jalan.

"Hati-hati bagi yang lewat Jembatan Patah Kapten Mulyono, sudah dua mobil jadi korban. Pecah ban," ungkap salah seorang dalam video yang beredar di media sosial.

Kerusakan landasan jembatan semakin berbahaya setelah sejumlah besi dan plat besi penutup lantai tidak lagi terpasang di tempatnya.

Kondisi itu menyebabkan celah dan bagian besi menonjol, yang sulit terlihat terutama pada malam hari.

Sebelumnya, warga dibuat heran dengan ditemukannya lantai besi jembatan berada di rerumputan di pinggir jalan, tak jauh dari lokasi jembatan. Besi tersebut diduga hendak dicuri.

Salah seorang warga, Nanang, mengaku telah melihat besi tersebut berada di pinggir jalan sejak beberapa waktu lalu.

“Sudah saya lihat besinya ada di pinggir, di rumput. Kayaknya ada yang mau nyolong. Mau saya angkat dan kembalikan ke jembatan juga berat, enggak kuat,” ungkapnya.

Besi plat tersebut sejatinya berfungsi melindungi lantai kayu jembatan agar tidak cepat rusak akibat beban kendaraan.

Namun, dengan terlepasnya besi itu, risiko kecelakaan pun meningkat. Hal ini terbukti setelah dua kendaraan roda empat mengalami pecah ban saat melintas.

Pantauan di lapangan sebelumnya juga menunjukkan kondisi jembatan yang kian memprihatinkan.

Jembatan kayu tersebut mengeluarkan suara derit panjang setiap kali dilintasi kendaraan. Lantai kayu bergoyang, sejumlah papan patah, paku mencuat ke permukaan, dan bagian tengah jembatan tampak melendut.

Kondisi semakin berbahaya saat hujan karena permukaan licin dan minim penerangan. Salah seorang pengendara, Andi, mengaku selalu was-was setiap melintasi jembatan tersebut.

“Kalau lewat sini pasti was-was. Jembatan ini sudah rusak parah,” ujarnya.

Jembatan yang berada di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu merupakan akses vital warga kawasan Sei Mentawa.

Namun usia bangunan yang sudah puluhan tahun, ditambah beban kendaraan berat seperti truk bermuatan crude palm oil (CPO) yang kerap melintas melebihi tonase, membuat kerusakan terus berulang.

Akibatnya, baut penyangga sering longgar, lantai cepat rusak, bahkan material besi berpotensi lepas dan rawan dicuri. Warga menilai perbaikan tambal sulam yang selama ini dilakukan tidak lagi efektif.

Warga pun kembali mendesak pemerintah daerah agar segera membangun ulang jembatan secara permanen.

Mereka khawatir, jika kondisi ini dibiarkan, korban tidak hanya sebatas kendaraan rusak, tetapi bisa mengancam keselamatan jiwa pengguna jalan.

Sementara itu, temuan lantai besi jembatan di pinggir jalan menjadi alarm tambahan bahwa Jembatan Patah Kapten Mulyono tidak hanya bermasalah secara struktural, tetapi juga rawan dari sisi keamanan.

Warga berharap solusi permanen dapat segera direalisasikan sebelum terjadi insiden yang lebih fatal. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#kapten #sampit #kotim #korban #mulyono #plat besi #jembatan patah