Radarsampit.jawapos.com – Status kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali meningkat. Berdasarkan rilis terbaru Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit (BMKG), hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah saat ini berada dalam kategori sangat mudah terbakar.
Peta tingkat kemudahan terbakar yang dirilis BMKG menunjukkan dominasi warna merah di sebagian besar wilayah. Kondisi tersebut dipicu oleh cuaca kering yang berlangsung cukup lama serta minimnya curah hujan dalam 24 jam terakhir.
BMKG mencatat, curah hujan yang terjadi belum signifikan untuk menurunkan potensi karhutla. Berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot) selama 24 jam terakhir, terdeteksi 10 titik panas di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dari jumlah tersebut, 9 titik panas berada di Kecamatan Antang Kalang, yang tersebar di Kelurahan Sungai Hanya dan Kelurahan Tumbang Ngahan. Sementara itu, 1 titik panas lainnya terpantau di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, tepatnya di Kelurahan Pondok Damar.
Ditinjau dari tingkat kepercayaan, hotspot yang terdeteksi terdiri atas 2 titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 7 titik dengan tingkat kepercayaan menengah, dan 1 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi kebakaran yang perlu diwaspadai secara serius.
Selain itu, hasil pantauan citra satelit Himawari-8 menunjukkan adanya pertumbuhan awan di wilayah Kalimantan Tengah. Namun demikian, potensi awan hujan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengurangi ancaman karhutla yang dipicu oleh kondisi kekeringan.
Faktor angin juga menjadi perhatian. Pergerakan angin dari arah barat menuju timur laut berpotensi mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan oleh seluruh pihak, baik masyarakat maupun instansi terkait.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Masyarakat juga diminta segera melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran kepada aparat atau pihak berwenang setempat.
Dengan langkah pencegahan yang konsisten serta kesadaran bersama, risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah diharapkan dapat ditekan sejak dini. (oes)
Editor : Slamet Harmoko