SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Keberadaan beruang madu yang sebelumnya terlihat di Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga telah bergeser ke lokasi lain.
Hal itu menyusul tidak terlihatnya satwa dilindungi tersebut sejak pemasangan perangkap oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Rabu (14/1/2026).
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan bahwa hingga Jumat malam (16/1/2026) pihaknya belum menerima laporan lanjutan terkait kemunculan beruang di sekitar titik awal pemasangan perangkap. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan bersama warga setempat.
“Warga menyebutkan beruang tidak muncul lagi setelah perangkap dipasang. Kami menduga satwa tersebut bergeser sementara ke lokasi lain,” ujar Muriansyah.
Ia menjelaskan, untuk sementara perangkap masih ditempatkan di kawasan Perumahan Mahardika, Jalan Bumi Raya I. Namun, jika ada laporan kemunculan beruang di titik berbeda, BKSDA siap memindahkan perangkap berdasarkan hasil analisis dan observasi lapangan.
“Kami fleksibel. Jika ditemukan titik pergerakan baru, perangkap bisa kami pindahkan agar lebih efektif,” jelasnya.
Guna menjaga efektivitas perangkap, BKSDA memastikan umpan yang ditempatkan di dalam tong besi tetap dalam kondisi baik. Penggantian umpan berupa buah dilakukan secara berkala agar aroma tetap menarik perhatian satwa.
“Umpan biasanya membusuk dalam empat hingga tujuh hari. Jika sudah tidak layak, akan langsung kami ganti,” tambah Muriansyah.
Berdasarkan pengalaman BKSDA Pos Sampit, pergerakan beruang madu sulit diprediksi. Namun, kawasan Jalan Bumi Raya I diyakini merupakan salah satu jalur perlintasan satwa, sehingga potensi kemunculan kembali dinilai cukup besar.
“Biasanya beruang hanya bergeser sementara. Dari pengalaman kami, satwa itu bisa kembali dalam dua hingga tiga minggu atau sekitar satu bulan,” ungkapnya.
Meski belum ada laporan terbaru, BKSDA tetap mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor apabila melihat pergerakan atau jejak baru beruang madu di sekitar permukiman.
“Keselamatan warga tetap menjadi prioritas. Jika melihat keberadaan beruang, segera laporkan kepada petugas agar bisa segera kami tindak lanjuti,” tutup Muriansyah. (oes)
Editor : Slamet Harmoko