Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Catatan dari Pelaksanaan Sampit Expo 2026 selama Sepekan

Yuni Pratiwi Iskandar • Jumat, 16 Januari 2026 | 23:00 WIB
ArtisJuwita Bahar dan kru saat malam penutupan Sampit Expo 2026, (14/1).
ArtisJuwita Bahar dan kru saat malam penutupan Sampit Expo 2026, (14/1).

Stan Pemerintah Dinilai, Dewan Ingin Ditingkatkan Lagi

radarsampit.jawapos.com- Sampit Expo 2026 di Stadion 29 November Sampit, yang digelar sejak HUT ke 73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) 7 Januari 2026, telah berakhir Rabu (14/1) malam. Ditandai dengan hiburan rakyat, menghadirkan artis dangdut dari Jakarta, Juwita Bahar. Beberapa catatan menjadi penilaian secara umum, terhadap event yang diramaikan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan stan pemerintah itu.

______________________________

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim, melakukan penilaian terhadap sejumlah stan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun stan instansi pemerintah lainnya, turut serta. Tim juri yang didapuk dari kalangan jurnalis, yakni beberapa jurnalis secara umum menilai Sampit Expo 2026, menunjukkan peningkatan kualitas, khususnya pada penyajian stan peserta.

Anggota tim juri, Heny Pusnita mengatakan,  dibandingkan event serupa tahun sebelumnya, kualitas stan Sampit Expo 2026 terlihat lebih matang, baik dari sisi konsep, kreativitas, maupun interaksi dengan pengunjung.

“Secara umum, kualitasnya meningkat. Tidak hanya tampilan visual, tetapi juga cara peserta menyampaikan informasi dan melibatkan pengunjung,” ujarnya.

Tim juri juga merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotim, dengan Pariyanto Marman sebagai koodinator, didamping dua anggotanya Heny Pusnita, dan Norjani.Penilaian dilakukan sebanyak tiga kali pada waktu berbeda, selama event berlangsung.

Metode penilaian,  tidak hanya berfokus pada tampilan stan, tetapi juga konsistensi pelayanan. Tim juri dialog langsung dengan petugas stan, memantau suasana, serta mewawancarai pengunjung, untuk mengetahui sejauh mana informasi yang disampaikan dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya.

Tiga aspek utama menjadi dasar penilaian, yakni estetika, kesesuaian, dan penyajian. Aspek estetika mencakup keindahan dekorasi, kebersihan, tata letak, dan kreativitas desain. Kesesuaian menilai relevansi konten dengan tugas instansi, orisinalitas, serta kelengkapan buku tamu. Sementara penyajian menitikberatkan pada kemampuan komunikasi petugas, kualitas pelayanan, interaksi, dan respons pengunjung.

“Expo akan lebih bermakna jika pengunjung pulang membawa pemahaman baru tentang program pemerintah atau layanan publik yang tersedia,” ungkap Heny.

 

Tim juri juga memberikan sejumlah catatan. Di antaranya masih ditemukannya stan yang tidak konsisten beroperasi setiap har,i serta perlunya optimalisasi inovasi yang dibarengi promosi aktif.

Berdasarkan hasil penilaian, tim juri menetapkan Stan Gabungan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) dan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) Kabupaten Kotim sebagai Stan Terbaik I dengan nilai 990. Terbaik II diraih Sekretariat Daerah Kotim (860), dan Terbaik III oleh Dinas Kesehatan Kotim (820).

Sementara itu, Harapan I diraih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim (810), Harapan II oleh DPPPAPPKB Kotim (790), dan Harapan III oleh stan Polres Kotim (780).

Sekretaris DCKTRP Kotim Cipto Utama mengungkapkan,  menyampaikan bahwa keberhasilan stan gabungan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah. Konsep yang diusung menitikberatkan pada pelayanan publik dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat.

"Sebenarnya kemenangan ini adalah kemenagan kita semua. Saya melihat secara keseluruhan Sampit Expo tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Terpisah,  Wakil Ketua I DPRD Kotim Juliansyah, juga memberikan apresiasi tinggi atas kesuksesan penyelenggaraan Sampit Expo 2026, yang meriah, dan berdampak langsung bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM.

Ia menilai, peningkatan jumlah peserta menjadi indikator, terlihat dengan keterlibatan UMKM yang terlihat semakin dominan dan mendapat ruang lebih luas untuk mempromosikan produk unggulan mereka kepada masyarakat.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Pesertanya meningkat dan keterlibatan UMKM pada Sampit Expo 2026 ini kelihatannya sangat menonjol sekali,” ujar Juliansyah.

Dirinya juga menyoroti antusiasme pengunjung juga mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi lanjutnya, pihak panitia menyampaikan perputaran uang selama Sampit Expo 2026 mencapai sekitar Rp8 Miliar, meningkat sekitar Rp3 Miliar dibandingkan Sampit Expo 2025 yang mencatat perputaran uang di kisaran Rp5 Miliar.

“Capaian tersebut bukti bahwa Sampit Expo bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan mampu menjadi penggerak ekonomi riil. Transaksi selama kegiatan memberi efek berantai, mulai dari pedagang mikro, pelaku UMKM, hingga sektor jasa pendukung lainnya.

Ia juga menilai kualitas Sampit Expo 2026 mengalami peningkatan signifikan. Perencanaan acara lebih matang, penataan stan lebih rapi, serta variasi kegiatan yang ditawarkan dinilai membuat expo tahun ini lebih hidup dan menarik minat masyarakat.

Juliansyah berharap,  ke depan koordinasi antar seluruh unsur terkait, baik pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, maupun komunitas masyarakat, dapat terus ditingkatkan.

“Ini kegiatan yang sangat bergengsi untuk menggali potensi ekonomi Kotim. Kami berharap ke depannya bisa terus disempurnakan dengan melibatkan semua unsur terkait agar hasilnya semakin maksimal,” imbuhnya.

Sementara itu, saat acara penutupan Sampit Expo 2026 pada Rabu (14/1) malam, hujan yang sempat turun justru menjadi saksi tingginya antusiasme warga menyaksikan aksi di panggung hiburan.

Keramaian memuncak saat Juwita Bahar naik ke atas panggung utama. Sorak sorai dan nyanyian penonton dari berbagai usia mengiringi setiap lagu yang dibawakannya.

Di balik penampilannya di hadapan ribuan penonton, Juwita menyimpan kesan tersendiri terhadap Kota Sampit. Saat ditemui Kamis (15/1) siang, sesaat sebelum dirinya terbang kembali ke Jakarta, ia menilai Sampit sebagai kota yang nyaman dan jauh dari kemacetan.

“Yang paling terasa itu tidak macet. Jalanannya lengang, satset satset cepat ke mana-mana. Beda sekali dengan Jakarta,” ungkapnya. Saat tampil, artis ini membawakan sekitar enam sampai tujuh lagu. Seperti "Buka Dikit" dengan "Kereta Malam".

Juwita juga memuji kondisi lingkungan Sampit yang dinilainya masih asri dan minim polusi. Akses yang dekat antar lokasi menjadi nilai tambah bagi kota ini.“Ke bandara atau hotel di sini cepat sekali. Kanan kiri masih hijau, masih banyak hutan,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Sampit Expo 2026 Rahmat menyampaikan,  kegiatan tahun ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor dalam perayaan HUT Kotim ke-73. “Ini rangkaian besar, tidak hanya hiburan. Ada expo, kegiatan budaya, pameran Dekranasda, hingga festival tradisi adat,” imbuhnya.

Menurut Rahmat, Sampit Expo juga diarahkan sebagai ruang promosi UMKM dan edukasi budaya lokal kepada masyarakat. Ia juga menilai pelaksanaan Sampit Expo 2026 berjalan cukup sukses, meski tetap menyisakan sejumlah catatan untuk penyempurnaan ke depan.

“Ke depan tentu ingin lebih besar, lebih rapi, dan promosi Kotim bisa lebih masif, baik lewat event langsung maupun media sosial,” pungkasnya. (yn/ang/gus)

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#penilaian #tim juri #Sampit Expo 2026 #stan #Kotawaringin Timur (Kotim) #Stadion 29 November Sampit #Juwita Bahar