SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Perilaku beruang madu yang kerap muncul di sejumlah kawasan permukiman di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dinilai mengalami perubahan.
Satwa dilindungi tersebut kini terlihat semakin berani berinteraksi dengan lingkungan manusia, bahkan terakhir kali ditemukan berada di tengah jalan pada malam hari.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan kemunculan beruang madu tersebut bukan dipicu oleh faktor cuaca, baik hujan maupun kemarau, melainkan karena wilayah tersebut memang merupakan daerah jelajah alaminya sejak lama.
“Sepertinya beruang ini lahir di situ, jadi bukan karena faktor hujan atau panas. Dulu diperkirakan ada dua beruang besar, induk dan pejantan, serta satu yang kecil. Yang sering muncul sekarang kemungkinan adalah yang kecil itu,” ujar Muriansyah, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, beruang tersebut tidak mau lagi menyeberang ke kawasan Lingkar Kota Utara seperti sebelumnya. Wilayah jelajahnya kini berada di sekitar Jalan Pramuka, Tidar, kawasan WMP, Bumi Raya, hingga Jalan Jaksa Agung (Luruan Jalan Samekto.red).
“Kalau dulu saat hujan dia kembali ke seberang Lingkar Utara. Sekarang tidak lagi. Ini yang membuat penanganannya agak repot karena perilakunya berubah, lebih berani,” jelasnya.
Menurut Muriansyah, perubahan perilaku ini juga dipicu oleh kebiasaan beruang yang menemukan sumber makanan dari sampah warga. Saat menerima laporan kemunculan beruang di kawasan WMP, petugas menemukan adanya tumpukan sampah yang diduga kuat menjadi pemicu beruang datang ke area permukiman.
“Beruang ini dulu sering makan dari sampah. Tumpukan sampah itu yang mengundang dia datang,” tambahnya.
Bahkan, berdasarkan informasi warga, beruang madu sempat terlihat berada di tengah jalan di kawasan Perumahan Mahardika pada malam hari. Kejadian tersebut sempat membuat warga yang melintas menggunakan mobil terpaksa berhenti karena beruang berada tepat di jalur kendaraan.
“Warga melaporkan beruang berada di tengah jalan. Mobil yang mau lewat sampai harus berhenti,” kata Muriansyah.
BKSDA mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak mendekati beruang, serta tidak meninggalkan sampah sembarangan yang dapat menarik perhatian satwa liar. Masyarakat juga diminta segera melapor jika kembali melihat kemunculan beruang madu di sekitar permukiman.(oes)
Editor : Slamet Harmoko