SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kemunculan seekor beruang madu di kawasan permukiman warga membuat resah masyarakat di Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit pun turun langsung ke lokasi untuk melakukan observasi dan penanganan awal.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan laporan pertama diterima dari Ridwan, yang juga Lurah Tanah Mas.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BKSDA melakukan pengecekan lapangan di Jalan Bumi Raya 1, tepatnya di akses masuk Kompleks Perumahan Az-Zahra dan Perumahan Mahardika.
“Petugas bertemu langsung dengan pelapor dan sejumlah warga. Di lokasi kami menemukan tiga jalur atau lorong yang diduga menjadi lintasan beruang,” ujar Muriansyah, Selasa (13/1/2026).
Menurut hasil observasi, kemunculan beruang terjadi di dua titik, yakni jalan masuk Perumahan Az-Zahra dan jalan masuk Perumahan Mahardika. Dari keterangan warga, beruang tersebut terlihat sebanyak dua kali dalam satu hari.
“Beruang terlihat sekitar pukul 18.10 WIB dan kembali muncul sekitar pukul 23.00 WIB. Ukurannya cukup besar dan hanya satu ekor,” jelasnya.
Kemunculan satwa dilindungi tersebut menimbulkan rasa takut dan keresahan di kalangan warga, mengingat lokasi kemunculan berada di jalur keluar-masuk perumahan yang kerap dilalui masyarakat.
Dalam kesempatan itu, petugas BKSDA memberikan edukasi kepada warga terkait perilaku beruang madu, sekaligus mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik dengan satwa liar.
“Kami minta warga segera melapor jika beruang kembali terlihat, terutama pada malam hari,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, BKSDA Resort Sampit menyiapkan opsi pemasangan satu set perangkap beruang apabila satwa tersebut kembali muncul di kawasan permukiman.
“Jika masih terpantau, akan dilakukan pemasangan perangkap sesuai prosedur untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa,” tegas Muriansyah.
BKSDA mengimbau masyarakat tetap tenang, membatasi aktivitas di luar rumah pada malam hari, serta menghindari meninggalkan sisa makanan di luar rumah yang dapat menarik perhatian satwa liar. (oes)
Editor : Slamet Harmoko