Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Serunya Olahraga Tradisional Dayung Berat Besei Kambe

Usay Nor Rahmad • Selasa, 13 Januari 2026 | 12:10 WIB
Keseruan olahraga tradisional Besei Kambe di Dermaga Mentaya Seberang Kecamatan Seranau, Selasa (13/1/2026). (Oes/Radar Sampit)
Keseruan olahraga tradisional Besei Kambe di Dermaga Mentaya Seberang Kecamatan Seranau, Selasa (13/1/2026). (Oes/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Olahraga tradisional Dayung Besei Kambe kembali menjadi tontonan favorit masyarakat dalam Festival Budaya Habaring Hurung (FBHH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) 2026.

Lomba yang digelar di kawasan Mentaya Seberang ini selalu berhasil menyedot perhatian warga karena menyajikan adu kekuatan fisik sekaligus kekompakan para peserta.

Koordinator Besei Kambe FBHH 2026, Falwi, mengatakan antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi.

Tercatat sebanyak 20 peserta ambil bagian, terdiri dari 14 peserta putra dan 6 peserta putri yang berasal dari berbagai kecamatan.

“Besei Kambe ini secara teknis dan fisik lebih berat dibandingkan dayung biasa. Gerakan dayungnya menancap kuat ke dalam air, sehingga membutuhkan tenaga dan power yang lebih besar,” jelas Falwi.

Menurutnya, selain menjadi hiburan rakyat, Besei Kambe juga memiliki nilai historis dan menjadi ajang penjaringan atlet potensial yang nantinya dapat dibina untuk mewakili Kotim di Festival Budaya Isen Mulang di Palangka Raya.

Dari sisi penonton, kemeriahan lomba ini diakui warga setempat. Atun, warga Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, menyebut Dayung dan Besei Kambe selalu dinanti setiap tahun.

“Selalu dinanti karena seru. Dayung dan Besei Kambe ini bisa disaksikan langsung di Mentaya Seberang, kalau yang lain tidak bisa,” ujar Atun.

Ia menambahkan, antusiasme warga tahun ini terasa lebih kuat lantaran tidak digelarnya lomba perahu hias dalam FBHH 2026.

“Apalagi tahun ini perahu hias ditiadakan, jadi Dayung dan Besei Kambe benar-benar jadi hiburan utama masyarakat,” katanya.

Falwi memastikan seluruh rangkaian lomba berjalan lancar tanpa kendala berarti. Lokasi pertandingan dinilai telah memenuhi syarat, sehingga pertandingan dapat berlangsung aman dan nyaman bagi peserta maupun penonton.

“Tempat pertandingan sudah memenuhi, pelaksanaan juga tidak ada kendala,” pungkasnya.

Besei Kambe merupakan olahraga tradisional khas masyarakat Kalimantan Tengah yang menguji kekuatan, teknik, dan ketahanan fisik para pendayung.

Berbeda dengan lomba dayung pada umumnya, Besei Kambe menuntut tenaga ekstra karena gerakan dayung harus menancap kuat ke dalam air, menghasilkan dorongan yang lebih berat dan stabil.

Olahraga ini diyakini berakar dari aktivitas dayung hantu, sebuah teknik mendayung tradisional yang dahulu digunakan masyarakat sungai.

Unsur adu fisik dan kekompakan menjadi kunci utama, karena setiap gerakan harus dilakukan serempak agar perahu melaju lurus dan cepat.

Selain bernilai olahraga, Besei Kambe juga sarat makna budaya. Lomba ini menjadi simbol semangat kebersamaan, kerja keras, dan ketangguhan masyarakat pesisir sungai.

Tak heran, setiap kali digelar dalam festival budaya, Besei Kambe selalu menjadi tontonan yang dinanti warga.

Di tengah arus modernisasi, pelestarian Besei Kambe melalui festival daerah menjadi upaya penting untuk menjaga identitas budaya lokal sekaligus memperkenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda.

Dari sungai, tradisi ini terus hidup, menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#olahraga #dayung #Kambe #Berat #Lomba Dayung