Radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi peningkatan curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah pada periode 11–13 Januari 2026.
Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) yang terpantau aktif di wilayah Pasifik Barat.
BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya menjelaskan, MJO yang berada pada fase 6 atau netral turut berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.
Aktivitas tersebut diperkuat dengan adanya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang terpantau di wilayah setempat.
Selain itu, kelembapan udara yang cukup basah serta kondisi atmosfer yang labil mendukung terjadinya proses konvektif pada skala lokal. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang.
Pada 11 Januari 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat meliputi Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
Sementara pada 12 Januari 2026, potensi serupa diperkirakan terjadi di Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan bagian selatan, Gunung Mas, Murung Raya, serta Kapuas bagian utara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir, angin kencang, hingga angin puting beliung. Masyarakat juga diminta mewaspadai dampak lanjutan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. (oes)
Editor : Slamet Harmoko