radarsampit.jawapos.com- Hobi memelihara Kucing Ras di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin berkembang dalam satu dekade terakhir. Bahkan para pecinta hewan lucu itu, sudah memiliki komunitas dan semakin memperhatikan perawatannya, seperti keluarga sendiri.
_____________________
Kecintaan terhadap Kucing Ras mengantar Singgih Purwanto, seorang warga Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur(Kotim) menjadi salah satu tokoh pecinta hewan tersebut.
Hampir satu dekade terakhir, ia menekuni dunia perawatan Kucing Ras. Baginya merawat kucing bukan sekadar hobi, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga.
Singgih mengaku mulai memelihara kucing ras sejak 2016. Dari awalnya memelihara kucing Persia, ketertarikannya berkembang hingga kini fokus merawat kucing ras Maine Coon. Menurutnya memelihara kucing membutuhkan kesabaran dan komitmen jangka panjang.
“Merawat kucing itu seperti merawat anak sendiri. Ada perhatian, waktu, dan rasa sayang yang harus dijaga setiap hari,” ujar Singgih saat ditemui di sela perlombaan aksi Kucing, di salah satu pusat perbelanjaan di Sampit, Sabtu (10/1).
Saat ini , di rumahnya Singgih memelihara tujuh ekor kucing ras. Terdiri dari enam ekor Maine Coon dan satu ekor Persia. Menurutnya, kucing ras besar seperti Maine Coon membutuhkan perawatan ekstra, baik dari segi kebersihan, kesehatan, maupun kenyamanan lingkungan.
Ia menjelaskan, kucing yang dirawat dengan baik dapat hidup hingga belasan tahun. Karena itu, menjaga kesehatan hewan peliharaan menjadi perhatian utama, termasuk pola makan dan perawatan rutin.
Dirinya juga terus termotivasi untuk belajar dan meningkatkan kualitas perawatan kucing ras. Apalagi dengan adanya lomba atau kontes untuk ajang ekspresi bagi binatang, yang selalu dekat dengan manusia itu.
Tahun sebelumnya, salah satu kucing miliknya bahkan berhasil meraih gelar terbaik secara umum.
“Kegiatan seperti ini bukan soal lomba saja, tapi juga ajang silaturahmi. Kami bisa saling bertukar pengetahuan antarsesama pecinta kucing,” ungkap Singgih.
Menurut Singgih, antusiasme masyarakat Kotim terhadap kontes kucing sudah cukup tinggi. Banyak pengunjung datang untuk melihat langsung berbagai jenis kucing yang jarang ditemui, sekaligus menambah wawasan tentang dunia hewan peliharaan itu.
“Semoga ke depan pecinta kucing di Sampit semakin berkembang dan bisa dikenal lebih luas,” imbuhnya.
Faisal Hasbi, selaku pihak yang menggelar kontes mengungkapkan, tingginya permintaan dari para pecinta kucing mendorong diadakannya ajang tersebut.
“Antusias teman-teman luar biasa. Tahun lalu setelah event pertama, banyak yang meminta agar kegiatan ini kembali dilaksanakan. Alhamdulillah, tahun ini bisa terlaksana lagi dan peminatnya lebih banyak,” ungkapnya.
Diungkapkannya ada sekitar 70 ekor kucing mengikuti kontes itu.Peserta datang dari berbagai komunitas dengan beragam jenis kucingyang dilombakan. Kategorinya antara lain other breed seperti Maine Coon, Bengal, British Shorthair, dan Persia, kemudian kategori Persia/Exotic, household pet, serta domestic cat.
Penilai dalam kontes itu, termasuk juri internasional Tuti Djayasupendi, didampingi dua juri nasional, F. Rahmlie dan Yulis Misbah.
“Dengan menghadirkan juri internasional, kami ingin menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah, khususnya Sampit, juga memiliki kucing-kucing berkualitas yang tidak kalah dengan daerah lain dari kota-kota besar,”papar Faisal.
Tuti Djayasupendi mengaku ini merupakan kali pertama dirinya hadir di Sampit. Ia mengapresiasi antusiasme pecinta kucing di daerah ini.
“Untuk ukuran Kota Sampit, ini sangat luar biasa. Kategorinya lengkap, mulai dari kucing ras bersertifikat, house cat, hingga kucing domestik. Semua dinilai sesuai standar masing-masing kategori,” ujarnya.
Sementara itu, juri lainnya F. Rahmlie menilai kegiatan seperti ini tidak hanya berdampak pada kualitas kucing, tetapi juga pada kebahagiaan pemiliknya.“Sebagai pemelihara kucing, saya melihat kucing itu membuat pemiliknya lebih bahagia dibandingkan jika tidak memelihara kucing,” tukasnya.
Juri Yulis Misbah, juga melihat potensi kucing-kucing dari Sampit cukup menjanjikan untuk bersaing di tingkat nasional.
“Kalau melihat koleksinya, potensinya bagus. Sekarang sudah mulai ada ras-ras yang sebelumnya belum ada. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak kucing ras dan yang bersertifikat, sehingga bisa bersaing di level nasional,” pungkasnya. (*/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama