Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ditinggal Anak dan Istri, Pria di Pangkalan Bun Akhiri Hidup di Tali Gantungan

Koko Sulistyo • Rabu, 7 Januari 2026 | 22:09 WIB
BUNUH DIRI: Tim Inafis Satreskrim Polres Kobar evakuasi jenazah pria gantung diri di Jalan GM Arsyad, Gang Walut, RT 16, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kobar, Rabu (7/1/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPI
BUNUH DIRI: Tim Inafis Satreskrim Polres Kobar evakuasi jenazah pria gantung diri di Jalan GM Arsyad, Gang Walut, RT 16, Kelurahan Baru, Kecamatan Arsel, Kobar, Rabu (7/1/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPI

PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com - Warga Jalan GM Arsyad, Gang Walut, RT 16, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) digegerkan oleh penemuan seorang pria yang tewas dalam keadaan tergantung tali di tiang tengah rumahnya, Rabu (7/1/2026).

Pria dengan tato di lengan kiri dan mengenakan celana hijau tanpa baju itu, kemudian diketahui bernama AR (22) yang merupakan warga setempat. Kondisi pelaku bunuh diri sudah bengkak diduga sudah meninggal dua hari.

Informasi yang dihimpun, pelaku bunuh diri hidup seorang diri di rumah tersebut, sementara anak dan istrinya sudah pergi dan saat ini status perkawinan mereka dalam proses bercerai. Diduga AR nekat mengakhiri nyawanya sendiri karena persoalan keluarga.

Kapolsek Arut Selatan, AKP Ratno mengatakan, berdasarkan keterangan saksi mulanya mereka mendatangi pelaku bunuh diri berniat untuk mencari sabun cuci motor.

"Namun sesampai di rumah pelaku, saksi melihat rumah dalam keadaan terkunci, dan pintu di halang dengan kasur," terangnya.

Lanjut dia, mendapati pintu dalam keadaan terhalang kasur, kemudian mereka memanggil temannya untuk membantu memindahkan kasur yang menghalang pintu tersebut, namun ternyata pintu juga dalam keadaan terkunci dan korden jendela tertutup rapat.

Lantaran merasa curiga, dan mencium bau kurang sedap mereka mencoba membuka korden, dan setelah terbuka mereka melihat pelaku bunuh diri sudah dalam keadaan tergantung.

"Mendapati teman mereka dalam keadaan tergantung, salah satu kemudian menghubungi keluarga pelaku bunuh diri dan memberitahukan kejadian tersebut ke warga sekitar dan ketua Rt setempat," ungkapnya.

Menurut keterangan pelaku bunuh diri tinggal seorang diri di rumah tersebut, dan saat ini jenazah tersebut dibawa Unit Inafis Polres Kobar ke rumah sakit Imanudin Pangkalan Bun untuk dilakukan visum.

Kaur Identifikasi Satreskrim Polres Kobar Aiptu Hartono menjelaskan, hasil pemeriksaan dokter forensik RSSI Pangkalan Bun dr Erianto sebab kematian murni gantung diri.

"Hal itu didasarkan ada jejas/jeretan tali di leher di bawah jakun yang menghambat saluran pernapasan akibat gantung diri, waktu kematian sekitar 2 X 24 jam, serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," pungkasnya. (tyo/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#bunuh diri #penemuan mayat #gantung diri #depresi