SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2026 berlangsung semarak.
Sebelum upacara digelar di Stadion 29 November Sampit, Rabu (7/1/2026), ratusan pelajar mempersembahkan tari kolosal bertajuk Konfigurasi Menggapai Prestasi Menebar Inspirasi.
Di balik penampilan megah tersebut, tersimpan proses panjang dan kerja keras. Sebanyak 350 siswa dan 40 guru dari sejumlah SMP di Sampit menjalani latihan intensif selama kurang lebih 45 hari, termasuk di masa libur sekolah.
Tari kolosal ini memadukan seni tari tradisional, bela diri, serta parade prestasi yang menggambarkan semangat generasi muda Kotim dalam berkarya dan berprestasi.
Seluruh rangkaian pertunjukan disajikan secara dinamis dan penuh makna inspiratif.
Penampilan tersebut selaras dengan tema besar HUT ke-73 Kotim, yakni Sinergi dan Kolaborasi untuk Kotim Harati, yang tercermin dari keterlibatan pelajar, guru, serta dukungan lintas instansi.
Selain tari kolosal, ditampilkan pula Parade Duta Prestasi Nasional dan Internasional yang menghadirkan 22 siswa berprestasi dari SMP Negeri 1 Sampit serta satu siswa dari SD Negeri 5 Baamang Hilir.
Parade ini menjadi simbol bahwa generasi muda Kotim memiliki potensi besar di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam pertunjukan itu juga ditampilkan foto Bupati dan Wakil Bupati Kotim dari masa ke masa. Visualisasi tersebut menjadi pesan motivatif agar generasi muda terus melanjutkan semangat pembangunan melalui prestasi.
Perancang konfigurasi umum pertunjukan, Suyoso, menjelaskan bahwa persiapan dilakukan selama sekitar 45 hari dengan berbagai tantangan.
“Persiapan kami lakukan kurang lebih 45 hari, mulai dari latihan tari, tata musik, hingga penyusunan formasi. Tantangannya karena latihan berlangsung di masa libur sekolah, sehingga materi harus sering diulang,” jelasnya.
Selain itu, faktor cuaca juga sempat menjadi kendala.
“Cuaca yang sering hujan sempat mengganggu jadwal latihan. Namun berkat kerja sama guru dan siswa, pertunjukan tetap bisa ditampilkan maksimal,” tambah Suyoso.
Sementara itu, Pratiwi, salah seorang warga yang menyaksikan langsung pertunjukan tersebut, mengaku terkesan. Menurutnya, tari kolosal itu bukan hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna.
“Menurut saya tari kolosalnya keren. Saya kaget ternyata banyak anak-anak Sampit yang berbakat menari, prestasinya juga luar biasa,” ungkapnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko