Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Emas dan Pangan Pemicu Inflasi di Kalteng

Dodi Abdul Qadir • Selasa, 6 Januari 2026 | 05:00 WIB
Transaksi jual beli emas di PPM Sampit, yang selalu ramai.
Transaksi jual beli emas di PPM Sampit, yang selalu ramai.

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Meski tahun 2025 telah berlalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sejumlah peristiwa yang memengaruhi pergerakan harga dan inflasi daerah.

Pada Desember 2025, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami inflasi sebesar 1,04 persen secara month-to-month (m-to-m), yang didominasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Kepala BPS Provinsi Kalteng Agnes Widiastuti, menjelaskan inflasi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari meningkatnya permintaan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), peringatan Haul Guru Sekumpul, hingga tingginya curah hujan di sejumlah wilayah.

“Acara Haul Guru Sekumpul menyebabkan berkurangnya pasokan berbagai barang yang berasal dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Selain itu, momen Nataru meningkatkan permintaan sejumlah komoditas, seperti telur ayam ras,” paparnya, Senin (5/1/2025).

Menurut Agnes, fenomena utama yang memengaruhi inflasi Desember 2025 meliputi meningkatnya permintaan pada momen Nataru, berkurangnya pasokan dari Kalimantan Selatan akibat Haul Guru Sekumpul, serta tingginya curah hujan yang menurunkan produksi cabai rawit dan hasil tangkapan ikan air tawar.

BPS mencatat, curah hujan yang tinggi turut berdampak pada sektor produksi. Hasil panen cabai di beberapa daerah menurun, sementara pasokan dari luar daerah juga berkurang. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga cabai rawit di Kalimantan Tengah. Pasokan daging ayam ras, baik dari produksi lokal maupun luar daerah, juga tercatat menurun.

Tak hanya itu, hasil tangkapan ikan air tawar ikut tertekan. Meningkatnya debit air sungai akibat hujan lebat menyebabkan hasil tangkapan nelayan menurun, sehingga harga ikan air tawar mengalami kenaikan.

Berdasarkan pemantauan BPS di empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK), Kalimantan Tengah meningkat dari 108,85 pada November 2025 menjadi 109,98 pada Desember 2025.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, yakni 0,91 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi month-to-month antara lain cabai rawit sebesar 0,18 persen, daging ayam ras 0,16 persen, bawang merah 0,16 persen, beras 0,12 persen, serta ikan gabus 0,09 persen,” imbuh Agnes.

Secara year-on-year (y-on-y), Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 3,13 persen. Angka yang sama juga tercatat secara year-to-date (y-to-d).

Agnes menambahkan, secara y-on-y kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi penyumbang terbesar inflasi, dengan andil sebesar 1,59 persen. Komoditas yang memberikan kontribusi signifikan antara lain emas perhiasan sebesar 0,66 persen, beras 0,22 persen, cabai rawit 0,18 persen, sigaret kretek mesin 0,16 persen, serta bawang merah 0,14 persen.

“Hasil pemantauan BPS di seluruh kabupaten/kota IHK menunjukkan semuanya mengalami inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan. Komoditas emas perhiasan dan cabai rawit menjadi penyumbang inflasi bulanan yang dominan di seluruh wilayah,” ungkapnya.(daq/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#harga pangan #harga emas #inflasi Kalteng #BPS PROVINSI KALTENG