SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat inflasi di Sampit pada Desember 2025 sebesar 2,66 persen dibandingkan Desember 2024. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat di angka 108,67.
Kepala BPS Kotim Eddy Surahman, menjelaskan inflasi tersebut terjadi karena harga sejumlah kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan, terutama pada kelompok makanan dan jasa.
“Sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga, sehingga mendorong inflasi tahunan di Sampit,” kata Eddy, Senin (5/1/2026).
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan harga sebesar 2,43 persen. Harga makan dan minum di restoran juga naik cukup tinggi, mencapai 5,52 persen. Sementara itu, perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan paling besar, yakni 12,81 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada kebutuhan lain, seperti kesehatan, transportasi, pendidikan, serta rekreasi dan hiburan, meski angkanya relatif kecil.
Di sisi lain, BPS mencatat ada beberapa kelompok yang justru mengalami penurunan harga, meski tipis. Penurunan terjadi pada perlengkapan rumah tangga serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
Selain inflasi tahunan, Eddy menyebut inflasi bulanan Sampit pada Desember 2025 tercatat 0,48 persen. Sementara sejak awal tahun hingga akhir Desember 2025, inflasi Sampit berada di angka yang sama, yakni 2,66 persen.
“Secara umum, inflasi Sampit masih terkendali, namun tetap perlu diwaspadai karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat,” ujarnya.
BPS berharap data ini bisa menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kotawaringin Timur. (oes)
Editor : Slamet Harmoko