SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pembangunan Jalan Lesa di Kelurahan Parenggean Kecamatan Parenggean menuai protes keras dari warga.
Proyek yang menelan anggaran hampir Rp3 miliar dari APBD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu sudah menunjukkan kerusakan meski belum genap sepekan selesai dikerjakan.
Lapisan aspal terlihat retak, berlubang, dan mulai terkelupas di sejumlah titik. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena kerusakan diprediksi akan semakin parah jika tidak segera ditangani.
Bahkan, proyek ini dijuluki warga sebagai “aspal 3M” karena besarnya dana yang dihabiskan untuk pengaspalan 814 meter.
“Baru selesai belum seminggu sudah rusak dan retak-retak begitu aspalnya. Kami di sini menyebutnya proyek 3M karena anggarannya tiga miliar rupiah,” ujar Ida, warga setempat, dengan nada kecewa.
Bahkan dimedia sosial pun menjadi trending topik bagi warga di wilayah tersebut. Sindiran berupa gambar perihal proyek itupun bersileweran di dunia maya.
Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh anggota DPRD Kotim dari daerah pemilihan Parenggean, Abdul Sahid. Ia mengaku telah melihat langsung kerusakan jalan dan meminta dinas terkait serta pelaksana proyek segera bertanggung jawab.
"Perhatian serius pemerintah untuk melakukan perbaikan supaya tidak menyecewakan masyarat yang sudah lama menanti adanya pengaspalan ini. Ternyata hasilnya mengecewakan."kata Abdul Sahid (4/1/2026)
Dia menyebutkan kerusakan yang terjadi ini buah pelaksanaan yang dikejar waktu. Pengerjaan mulai dari timbunan dan pengerasan hanya memakan waktu 1 bulan sejak November lalu.
"Ini karena waktunya sangat mepet akhir tahun ditambah musim hujan lagi,"ujarnya.
Menurutnya, proyek seperti itu sudah seharusnya dilaksanakan awal tahun, sehingga hasilnya bisa maksimal. "Kedepan supaya proyek seperti ini proses lelang dan pelaksanaan kegiatan jangan di akhir tahun,"tegasnya.
Diketahui, proyek peningkatan Jalan Lesa ini dikerjakan oleh CV Hayak Basewut asal Palangka Raya dengan nilai kontrak sekitar Rp2,97 miliar. Pekerjaan dilaksanakan sejak 26 November hingga 30 Desember 2025.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun dinas teknis terkait penyebab kerusakan dini pada proyek jalan tersebut.
Editor : Slamet Harmoko