SAMPIT, radarsampit.jawapos.com — Air pasang laut kembali menggenangi sejumlah wilayah di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu malam (3/1/2026).
Banjir rob akibat pasang laut tersebut menyebabkan beberapa ruas jalan di Sampit. Seperti yang terpantau di Kecamatan Baamang, terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar Kotawaringin Barat, prakiraan pasang surut harian di Teluk Sampit menunjukkan air laut mulai naik sejak siang hari dan mencapai puncak pasang pada sore hingga malam hari.
Ketinggian air laut tercatat meningkat signifikan hingga sekitar 3 meter pada pukul 18.00–19.00 WIB, jauh di atas rata-rata muka air laut (Mean Sea Level/MSL).
Sementara itu, kondisi air laut terendah terjadi pada pagi hingga menjelang siang hari, dengan ketinggian sekitar 0,1 meter pada pukul 10.00–11.00 WIB, sebelum kembali mengalami kenaikan.
Akibat pasang laut tersebut, genangan air dirasakan cukup parah oleh warga. Fengki, warga Kecamatan Baamang, mengatakan banjir rob menggenangi beberapa titik jalan dan menghambat aktivitas masyarakat.
“Beberapa titik jalan di Kecamatan Baamang tergenang air,” kata Fengki.
Genangan air membuat aktivitas warga terganggu, terutama pengendara roda dua dan pejalan kaki yang harus ekstra hati-hati melintasi jalan yang terendam. Namun demikian, kondisi tersebut tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas warga.
Pantauan di lapangan, meski banjir rob menggenangi kawasan permukiman dan jalan, sejumlah warga tetap memanfaatkan malam Minggu dengan berkumpul dan nongkrong di pedagang kaki lima favorit mereka.
“Walaupun terendam, masih banyak warga yang nongkrong di tempat biasa,” ujar Fengki.
Warga berharap adanya langkah antisipasi dari pihak terkait, terutama saat pasang laut tinggi, agar genangan tidak terus berulang dan berdampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat. (oes)
Editor : Slamet Harmoko