Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mentawa Baru Ketapang Dominasi Daerah yang Dilanda Cuaca Ekstrem

Heny Pusnita • Jumat, 2 Januari 2026 | 17:17 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem. (akal imitasi)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (akal imitasi)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merilis data penanganan bencana sepanjang tahun 2025. Kecamatan Mentawa Baru (MB) Ketapang tercatat menjadi wilayah dengan kejadian cuaca ekstrem paling banyak, yakni 14 kejadian.

Di urutan berikutnya terdapat Kecamatan Baamang dengan 6 kejadian, Kotabesi 3 kejadian, Cempaga Hulu 2 kejadian, serta Mentaya Hilir Selatan 1 kejadian.

Selain cuaca ekstrem, BPBD Kotim juga mencatat kejadian banjir di 17 kecamatan se-Kotim. Kecamatan Bukit Santuai menjadi wilayah dengan frekuensi banjir tertinggi, sebanyak 8 kali kejadian.

Menyusul di bawahnya Kecamatan Tualan Hulu 7 kejadian, Telaga Antang 5 kejadian, Mentaya Hilir Selatan 5 kejadian, Cempaga Hulu 4 kejadian, Parenggean 3 kejadian, Telawang 2 kejadian, Baamang 2 kejadian, Antang Kalang 2 kejadian, Pulau Hanaut 2 kejadian, serta masing-masing 1 kejadian di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Teluk Sampit, Kotabesi, dan Mentaya Hulu.

“Tidak hanya penanganan banjir, kami juga menangani kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wilayah dengan kasus karhutla terbanyak masih didominasi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sebanyak 17 kali kejadian. Disusul Baamang 8 kejadian, Mentaya Hilir Selatan 3 kejadian, serta Kecamatan Seranau 2 kejadian. Sementara enam kecamatan lainnya hanya terjadi satu kali kejadian,” ungkap Multazan Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Selasa (30/12).

BPBD Kotim juga terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan korban tenggelam bersama Basarnas. Kecamatan Teluk Sampit menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yaitu 3 kejadian. Dari penanganan tersebut, lima korban meninggal dunia berhasil dievakuasi.

“Kasus meninggal ini ada yang disebabkan oleh insiden kapal karam dan ada pula akibat serangan atau terkaman buaya,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan potensi bencana yang kerap terjadi menjelang pergantian musim.

"Di akhir tahun ini, kami imbau agar masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang yang rawan menumbangkan pohon dan mengakibatkan banjir disejumlah wilayah Kotim," tandasnya. (hgn)

Editor : Slamet Harmoko
#cuaca ekstrem #sampit #kotim #bpbd kotim #kalteng