PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator yang masih aktif di wilayah Kalimantan Tengah membayangi malam pergantian tahun dan libur Tahun Baru 2026, khususnya di sejumlah kawasan wisata Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Kondisi tersebut diperparah dengan masih berlangsungnya musim penghujan di wilayah Kobar dan sekitarnya. Angin permukaan terpantau dominan bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan rata-rata 5–7 knot dan dapat meningkat hingga 22 knot saat hujan.
Prakirawan Cuaca (Forecaster on Duty) Stasiun Meteorologi (Stamet) Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Atira Indiani Pangastuti, menjelaskan bahwa keberadaan Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah.
“Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator masih aktif di Kalimantan Tengah. Kondisi ini diperkuat adanya daerah konvergensi dan belokan angin di sekitar Kalimantan sehingga potensi hujan meningkat,” jelas Atira, Rabu (31/12/2025).
Ia menambahkan, berdasarkan kondisi atmosfer terkini, cuaca saat perayaan tahun baru diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, baik pada siang maupun malam hari.
Selain cuaca darat, masyarakat juga diminta mewaspadai kondisi perairan. Di pesisir selatan Kalimantan Tengah, tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter.
“Kondisi ini perlu diperhatikan untuk aktivitas maritim, termasuk pelayaran dan kegiatan nelayan,” ujarnya.
BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada saat beraktivitas di luar rumah, terutama sebelum dan saat hujan terjadi, serta rutin memantau pembaruan informasi cuaca,” pungkasnya. (tyo)
Editor : Slamet Harmoko