Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Siswa SMA Katolik Lakukan Analisis Sosial, Termasuk Kehidupan Pekerja Seks

Arham Said • Rabu, 24 Desember 2025 | 18:30 WIB
Guru sosiologi SMA Katolik Santo Arnoldus Janssen Kuala Kurun Cony Patricia Hawa bersama  peserta didik kelas X dan XI, pekan lalu
Guru sosiologi SMA Katolik Santo Arnoldus Janssen Kuala Kurun Cony Patricia Hawa bersama peserta didik kelas X dan XI, pekan lalu

KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Peserta didik kelas X dan XI SMA Katolik Santo Arnoldus Janssen Kuala Kurun melaksanakan pembelajaran mata pelajaran Sosiologi dengan turun langsung ke lapangan untuk melakukan analisis sosial sederhana terhadap kondisi lingkungan sosial di Kota Kuala Kurun.

Salah satu fokus analisis peserta didik adalah kehidupan sosial masyarakat dengan beragam latar belakang pekerjaan, termasuk pekerja seks komersial (PSK).

Guru Sosiologi SMA Katolik Santo Arnoldus Janssen Kuala Kurun Cony Patricia Hawa mengatakan, dalam kegiatan analisis sosial tersebut, peserta didik melakukan dialog langsung dengan para PSK untuk mendengarkan kisah hidup, latar belakang, serta tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam melakukan analisis sosial, peserta didik berdialog langsung dan mendengarkan kisah hidup, latar belakang, serta tantangan yang dihadapi para PSK,” ujarnya, Selasa (23/12).

Dari hasil dialog tersebut, Cony menjelaskan bahwa sejumlah faktor yang mendorong seseorang menjadi PSK antara lain putus sekolah, perceraian orang tua, pernikahan dini, pergaulan bebas, serta keterbatasan keterampilan untuk bekerja di sektor lain. 

“Mereka tidak memiliki keterampilan yang memadai untuk bertahan hidup di masyarakat, sehingga memilih jalan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap keberadaan PSK di Kota Kuala Kurun melalui pendekatan yang lebih manusiawi, bukan sekadar stigma sosial.

“Mereka juga manusia yang ingin memiliki kehidupan yang lebih baik. Jika diberikan kesempatan, saya yakin mereka bisa berubah,” katanya.

Menurutnya, kesempatan tersebut dapat diwujudkan melalui pelatihan keterampilan kerja dan pembinaan ekonomi, sehingga para PSK memiliki bekal untuk keluar dari dunia prostitusi dan membangun kehidupan yang lebih layak.

“Dengan pelatihan kerja dan pendampingan yang tepat, banyak dari mereka berpotensi menjadi mandiri dan meninggalkan pekerjaan tersebut,” tambahnya.

Melalui kegiatan analisis sosial ini, peserta didik juga memperoleh pemahaman bahwa pendidikan merupakan faktor penting dan menjadi investasi berharga bagi masa depan. Keterbatasan pendidikan dinilai meningkatkan risiko seseorang terjebak dalam pilihan hidup yang sulit, sementara pendidikan dapat membentuk karakter, memperluas wawasan, dan membantu menentukan arah hidup yang lebih bermartabat.

“Melalui pendidikan, seseorang dapat membangun masa depan yang lebih baik, menghindari pilihan hidup berisiko, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pungkasnya. (arm/yit)

Editor : Heru Prayitno
#psk #kuala kurun #sma