Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sampit Wangi Durian, Penantian Panjang Pecinta Si Raja Buah Terbayar

Usay Nor Rahmad • Rabu, 24 Desember 2025 | 14:51 WIB
Salah satu lapak pedagang durian di Jalan Gatot Subroto Sampit. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Salah satu lapak pedagang durian di Jalan Gatot Subroto Sampit. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Aroma khas durian perlahan kembali menguar di sudut-sudut Kota Sampit. Dua pekan terakhir, kehadiran si raja buah menjadi penanda bahwa musim yang lama dinanti para pecinta durian akhirnya tiba.

Lapak-lapak durian musiman mulai bermunculan, membawa harapan dan kenikmatan yang selalu dirindukan setiap akhir tahun.

Di antaranya seperti di Jalan Gatot Subroto, Jalan S Parman sekitar Taman Kota Sampit, Jalan Kapten Mulyono, Jalan DI Panjaitan, Jalan Ir Juanda, Jalan Tjilik Riwut kawasan Terowongan Nur Mentaya, hingga beberapa titik lainnya, tumpukan durian tampak menggoda siapa pun yang melintas.

Siang hingga malam hari menjadi waktu paling ramai. Warga berhenti, memilih, mengetuk, lalu tersenyum saat aroma durian semakin menguat.

Dadang, salah satu pedagang durian musiman, sudah dua pekan terakhir menggelar lapaknya. Musim durian, baginya, bukan sekadar waktu berjualan, tetapi juga rutinitas tahunan yang selalu dinantikan.

“Kalau sudah masuk musim durian, rasanya seperti ada panggilan sendiri untuk mulai jualan. Sekarang lebih sering di Jalan Gatot Subroto, dekat Taman Kota, karena pembelinya ramai,” tutur Dadang, Rabu (24/12).

Sejak hari pertama lapak dibuka, antusiasme warga tak pernah sepi. Banyak pembeli datang karena rindu rasa durian lokal yang dikenal legit dan beraroma kuat. Soal harga, Dadang menyesuaikan dengan ukuran dan kualitas buah.

“Biasanya tiga buah ukuran sedang Rp100 ribu. Kalau yang besar dan bagus, bisa sampai Rp80 ribu per buah,” ujarnya sambil menunjuk tumpukan durian di lapaknya.

Durian yang dijual Dadang bukan durian sembarangan. Seluruhnya berasal dari kebun warga di Desa Cempaka Mulia, Kecamatan Cempaga.

Dari kebun ke lapak, durian-durian itu menempuh perjalanan singkat sebelum akhirnya sampai ke tangan penikmatnya.

Dalam sehari, puluhan buah bisa terjual. Bahkan, saat pembeli ramai, durian kerap habis sebelum malam benar-benar tiba.

“Kalau lagi bagus buahnya, cepat sekali habis,” katanya singkat.

Bagi Hidayah, salah seorang pembeli, datangnya musim durian selalu membawa kebahagiaan tersendiri. Setiap tahun, ia menanti momen ini untuk kembali menikmati durian bersama keluarga.

“Kalau durian sudah muncul, pasti beli. Durian lokal itu rasanya beda, legit. Biasanya kami makan bareng di rumah. Bersiap saja dompet menipis,” ucapnya.

Para pedagang memperkirakan musim durian masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan.

Mereka berharap pasokan buah semakin melimpah, sehingga harga tetap terjangkau dan penikmat durian bisa terus menikmati musim yang hanya datang setahun sekali ini.

Selain durian dari wilayah Cempaga, di Sampit juga banyak durian local seperti dari Kecamatan Kota Besi hingga dari wilayah selatan seperti dari Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Pulau Hanaut.

Semua durian lokal ini enak-enak rasanya, dan memiliki cirri khasnya masing-masing. Tentu ini yang dinanti-nanti bagi pecinta durian pada setiap musimnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#raja buah #Musim Durian Sampit #sampit #musim durian