Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Heboh Awan Warna-warni di Langit Kalteng, Warga: Semoga Bukan Pertanda Buruk di Akhir 2025

Usay Nor Rahmad • Senin, 22 Desember 2025 | 13:50 WIB

Tangkapan layar fenomena langit berwarna indah di atas langit Pegatan, Kabupaten Katingan, Senin (22/13/2025). (Video rekaman Riski)
Tangkapan layar fenomena langit berwarna indah di atas langit Pegatan, Kabupaten Katingan, Senin (22/13/2025). (Video rekaman Riski)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Fenomena langit yang memukau dengan warna-warni pelangi tiba-tiba menarik perhatian warga di Pegatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (22/12/2025).

Video pemandangan langit yang viral di media sosial itu memperlihatkan lapisan awan berkilau dengan warna berbeda, membuat warga berhenti sejenak untuk menyaksikan keindahan alam yang jarang terlihat.

Riski, salah seorang warga yang merekam video fenomena langit tersebut, mengatakan peristiwa itu terekam saat azan Zuhur berkumandang.

“Terjadi di akhir tahun 2025. Ya Allah, jauhkan kami semua dari marabahaya, aamiin,” ujar Riski dalam rekaman yang tersebar di media sosial.

Fenomena ini lantas mengundang rasa ingin tahu warganet, banyak yang terkagum sekaligus bertanya apakah ini merupakan pertanda alam tertentu menjelang pergantian tahun.

Menurut penjelasan ilmiah di website National Grographic, pemandangan langit seperti yang terlihat dalam video bukanlah pertanda bencana atau kejadian mistis, melainkan fenomena atmosfer langka yang dikenal sebagai awan iridesen (iridescent clouds).

Ahli fenomena atmosfer menjelaskan bahwa awan iridesen terjadi ketika cahaya matahari dibiaskan dan terpecah oleh tetesan air atau kristal es yang sangat kecil dan seragam di dalam awan, sehingga cahaya tersebut tersebar menjadi spektrum warna seperti pelangi. Kondisi ini menghasilkan warna-warni yang tampak unik dan indah di langit.

Fenomena ini memang termasuk langka karena membutuhkan kondisi tertentu yaitu adanya awan tipis dengan partikel ukuran seragam yang mampu memecah cahaya secara difraksi. Oleh karena itu, meski tidak setiap hari terlihat, fenomena seperti ini memang benar terjadi dan sudah dicatat dalam berbagai kejadian serupa di berbagai belahan dunia.

Mengutip newsflare. com, pakar meteorologi menegaskan bahwa tampilan awan pelangi seperti ini tidak menunjukkan kondisi cuaca ekstrem atau peringatan bahaya, tetapi semata-mata efek optik dari interaksi cahaya matahari dengan partikel di atmosfer.

Warga yang menyaksikan langsung fenomena ini merasa terkesan sekaligus bersyukur bisa melihat keindahan alam yang jarang terjadi itu. Banyak yang berharap fenomena indah tersebut menjadi pengingat tentang keajaiban alam, tanpa dikaitkan dengan ramalan buruk menjelang pergantian tahun. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#warna warni #langit #awan #pegatan