Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Angkernya 'Jalur Tengkorak' Trans Kalimantan Wilayah Kalteng Menjelang Akhir Tahun

Usay Nor Rahmad • Senin, 22 Desember 2025 | 11:45 WIB
Ilustrasi lakalantas melibatkan beberapa kendaran, di jalur padat dan sempit, trans Kalimantan wilayah Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawringin Timur
Ilustrasi lakalantas melibatkan beberapa kendaran, di jalur padat dan sempit, trans Kalimantan wilayah Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawringin Timur

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Menjelang akhir tahun 2025, angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya di beberapa jalur rawan atau ‘Jalur Tengkorak” menunjukkan tren mengkhawatirkan. Catatan radar sampit dalam dua minggu terakhir, tabrakan berdarah sudah merenggut beberapa nyawa korbannya.

Salah satu jalur sangat rawan lakalantas di Kotim, yakni trans Kalimantan wilayah Kecamatan Kota Besi-Cempaga dan Cempaga Hulu.

Salah satu kecelakaan berdarah di jalur ini, di bulan yang sama (Desember) Jumat (13/12) tahun 2024 lalu, merenggut nyawa seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial A (16). Lokasi tempatnya di Jalan Tjilik Riwut, Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga, Jumat (13/12) siang.

Ia dilaporkan tewas di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan sebuah truk CPO yang ikut melintas di wilayah tersebut.

Kemudian, Minggu 14 Desember 2025, suasana pagi lengang di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 48, Desa Patai, Kecamatan Cempaga, berubah mencekam setelah suara dentuman tabrakan adu banteng melibatkan tiga kendaraan. Akibatnya, dua orang meninggal dunia di tempat kejadian, dengan kondisi terjepit dikabin kendaraan yang hancur.

Sehari berikutnya, Senin (15/12), kecelakaan  maut juga terjadi antara mobil pribadi Nopol B 1071 DOR dan truk boks Nopol B 9366 UXB,  di ruas Jalan Tjilik Riwut, kilometer 98, Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu. Satu korban yang merupakan penumpang mobil pribadi dikabarkan tewas dalam peristiwa tersebut.

Kondisi kendaraan ringsek parah, terutama pada bagian depan, menjadi gambaran kuat dahsyatnya tabrakan yang terjadi di jalur utama tersebut.

‘Angkernya jalur tersebut kembali terbukti. Selasa malam 16 Desember 2025, kecelakaan lalu lintas menimpa sebuah Bus DAMRI dari arah Kota Palangka Raya menuju Lamandau. Tepatnya saat melintas di sekitar  Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu.

Jasuli selaku sopir yang mengemudikan Bus Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) bernomor pelat KH 7604 AI itu, awalnya berangkat jam 17.00 WIB sore. Di lokasi kejadian di tengah perjalanan ia melihat sebuah truk berhenti dikarenakan mengalami pecah ban.

Akibatnya, Bus yang mengangkut 23 penumpang nyungsep ke parit. Untungnya tidak ada korban luka serius dalam peristiwa ini dan penumpang bisa kemudian dievakuasi ke kendaraan lainnya, untuk melanjutkan perjalanan.

Selang beberapa hari, tepatnya Jumat (19/12) malam, kecelakaan maut kembali terjadi. Kali iini di Jalan Samekto, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang. Insiden tersebut melibatkan dua sepeda motor, yakni Yamaha R15 dan Honda Beat.

Benturan keras mengakibatkan satu pengendara meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua korban lainnya mengalami luka serius dan dilarikan ke RSUD dr Mujani Sampit.
Baca Juga: Breaking News! Kecelakaan Adu Banteng Truk vs Pikap di Kotim, Dua Sopir Terjepit sampai Meninggal

“Total ada tiga korban. Dua orang dibawa ke IGD rumah sakit, dan satu korban lainnya ke kamar jenazah,” ujar relawan PMI Kotim, Muhammad Sidik.

Belum genap 24 jam berselang, kecelakaan kembali terjadi di Jalan Tjilik Riwut, kawasan Lubuk Durian, Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Sabtu pagi (20/12) sekitar pukul 05.00 WIB. Kecelakaan beruntun ini melibatkan sepeda motor, sebuah mobil, dan sebuah truk boks.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka parah. Dua korban merupakan penumpang mobil, sementara satu korban lainnya adalah pengendara sepeda motor. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kondisi korban cukup serius.

“Pengendara motor patah tulang, salah satu penumpang mobil patah tangan dan kaki, dan satu korban lain mengalami luka di kepala,” ujar Rahma, warga setempat.

Rentetan kecelakaan di jalur ‘Tengkorak’ itu belum berhenti. Pada Sabtu malam (20/12), kecelakaan kembali terjadi di Jalan Tjilik Riwut, wilayah Kecamatan Kota Besi. Kali ini, dua mobil dengan nomor polisi KH 1662 LA dan KH 1214 FG terlibat tabrakan. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah di bagian depan kedua kendaraan.

Bahkan, dalam video yang beredar di media sosial, warga menyebut kecelakaan di kawasan Kota Besi terjadi berulang dalam beberapa hari terakhir. “Ada kecelakaan lagi di Kota Besi sebelum Bajarum. Macet panjang. Kecelakaan bertubi-tubi tiap hari,” ucap seorang warga dalam rekaman tersebut.

Seluruh korban dari rangkaian kecelakaan tersebut telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, Polda Kalteng telah memetakan ada 42 titik rawan lakalantas di seluruh kabupaten/kota.

Di antaranya Kota Palangka Raya tujuh titik, Gunung Mas satu titik, Murung Raya lima titik, Barito Utara enam titik, Barito Selatan satu titik, Barito Timur tiga titik, Pulang Pisau lima titik, Kapuas satu titik, Seruyan tiga titik, Kotawaringin Timur tiga titik, Sukamara tiga titik, Lamandau dua titik, Kotawaringin Barat dua titik, serta Katingan satu titik.

Meningkatnya intensitas kecelakaan di penghujung tahun menjadi peringatan serius bagi seluruh pengguna jalan di wilayah Kotim.(oes/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#trans kalimantan #kecelakaan maut #jalur tengkorak #lakalantas #angker #tabrakan #Kotawaringin Timur (Kotim) #Menjelang akhir tahun #sampit #cempaga hulu #kotabesi #Jalan Tjilik Riwut #kecamatan cempaga