PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Badai Rossby Ekuator disertai angin kencang dengan kecepatan mencapai 31 knot melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat (19/12/2025) sekitar pukul 15.08 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan pohon tumbang dan kerusakan bangunan di empat kecamatan.
Berdasarkan data sementara, dampak badai terjadi di Kecamatan Arut Selatan, Kumai, Pangkalan Lada, dan Kotawaringin Lama.
Angin kencang yang berlangsung kurang dari 10 menit itu disertai hujan lebat, menyebabkan atap rumah, ruko, dan fasilitas umum rusak, serta pohon tumbang di sejumlah ruas jalan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar bersama TNI, Polri, dan unsur terkait sejak Jumat sore hingga Sabtu (20/12) siang melakukan evakuasi dan pembersihan pohon tumbang. Selain merusak rumah warga, badai juga menyebabkan atap sekolah rusak dan jaringan pipa PDAM patah akibat akar pohon yang terangkat.
BPBD Kobar hingga kini masih melakukan pendataan kerusakan karena fokus utama diarahkan pada penanganan darurat dan pembukaan akses jalan yang tertutup pohon tumbang.
Tumbangnya sejumlah pohon juga mengakibatkan jaringan listrik PLN terputus.
Akibatnya, beberapa wilayah di Kota Pangkalan Bun mengalami pemadaman listrik sejak sore hingga tengah malam. Gangguan juga terjadi pada jaringan telekomunikasi.
Kepala Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Jumilan, mengatakan angin kencang menyebabkan belasan ruko dan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
“Di sepanjang Jalan Ahmad Yani, mayoritas bangunan ruko mengalami kerusakan atap yang terangkat bahkan ambruk. Jumlahnya lebih dari 10 bangunan. Di perkampungan juga ada rumah warga yang rusak, termasuk SDN 1 Pandu Senjaya yang atapnya tertimpa pohon. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andan Santana, menyebutkan penanganan pohon tumbang telah dilakukan di sejumlah titik di Kecamatan Arut Selatan, di antaranya Jalan Samari (dua pohon), Jalan Bhayangkara (satu pohon), Jalan Iskandar (dua pohon), Jalan Pemuda (dua pohon), Jalan HM Rafii (satu pohon), dan Gang Markisa (satu pohon).
Selain itu, penanganan juga dilakukan di halaman Kantor Kecamatan Arut Selatan, belakang Kantor Kecamatan Kumai, Jalan Delima, kawasan Kedai Sultan Istana Kuning, Jalan Mangga 1 RT 20 Kelurahan Madurejo, serta di Kecamatan Pangkalan Lada dan Kotawaringin Lama.
“Untuk rumah rusak berat yang telah ditangani, di antaranya rumah warga di RT 25 Kelurahan Madurejo. Bagian teras, kamar, dan dapur rumah sekaligus warung makan di Jalan Ahmad Wongso mengalami kerusakan parah,” jelasnya.
Sementara itu, Prakirawan Stasiun Meteorologi Iskandar, Ni Kadek Trisna Dewi, menjelaskan cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh aktifnya gelombang Rossby Ekuator di wilayah Kalimantan, termasuk Kotawaringin Barat.
Fenomena ini memicu peningkatan aktivitas konvektif dan pembentukan awan hujan. Selain itu, hasil pengamatan udara atas menunjukkan kondisi atmosfer yang tidak stabil disertai angin kencang di lapisan atas.
“Pada pukul 15.08 WIB tercatat angin kencang berhembus dari arah barat dengan kecepatan mencapai 31 knot atau sekitar 57,4 kilometer per jam, dengan durasi kurang dari 10 menit,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Slamet Harmoko