Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Waspada saat Perjalanan! Ada 42 Lokasi Rawan Laka Lantas dan 35 Titik Rawan Macet di Kalteng

Dodi Abdul Qadir • Jumat, 19 Desember 2025 | 08:01 WIB

 

Rapat koordinasi Operasi Lilin Telabang 2025 dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Aula Bhayangkara Polda Kalteng, Kamis (18/12).
Rapat koordinasi Operasi Lilin Telabang 2025 dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Aula Bhayangkara Polda Kalteng, Kamis (18/12).

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama aparat keamanan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Lilin Telabang 2025.

Kegiatan berlangsung di Aula Bhayangkara Polda Kalteng, Kamis (18/12), dan dihadiri Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, serta Pangdam XII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin.

Rapat koordinasi ini menjadi forum penyamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Nataru.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama antara Polda Kalteng dengan Basarnas Palangka Raya, BNNP Kalteng, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, dan BPOM Palangka Raya, sebagai bentuk penguatan sinergi lintas instansi.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan Operasi Lilin Telabang 2025 bertujuan memberikan rasa aman sekaligus pelayanan maksimal kepada masyarakat, baik saat ibadah Natal maupun perayaan pergantian tahun. 

“Operasi ini dilaksanakan dalam rangka pengamanan sekaligus pelayanan Natal dan Tahun Baru. Kami awali dengan rapat koordinasi seluruh stakeholder untuk menyamakan persepsi, mulai dari pengamanan ibadah di gereja, aktivitas masyarakat di luar gereja, hingga malam pergantian tahun,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, evaluasi pelaksanaan Operasi Lilin pada tahun-tahun sebelumnya menjadi dasar penting dalam menyusun strategi pengamanan. Berdasarkan data 2023 dan 2024, angka kecelakaan lalu lintas saat Nataru mengalami peningkatan, khususnya korban luka berat dan luka ringan, meski jumlah korban meninggal dunia menurun.

“Harapan kita, pada pelaksanaan Operasi Lilin Telabang 2025 ini angka kecelakaan lalu lintas bisa terus ditekan,” tegasnya.

Polda Kalteng telah memetakan kerawanan menjelang Nataru, dengan 42 lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di seluruh kabupaten/kota di Kalteng. Kota Palangka Raya memiliki tujuh titik, Gunung Mas satu titik, Murung Raya lima titik, Barito Utara enam titik, Barito Selatan satu titik, Barito Timur tiga titik, Pulang Pisau lima titik, Kapuas satu titik, Seruyan tiga titik, Kotawaringin Timur tiga titik, Sukamara tiga titik, Lamandau dua titik, Kotawaringin Barat dua titik, dan Katingan satu titik.

Selain itu, ada 35 titik rawan kemacetan dan 12 daerah rawan bencana yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem selama Nataru.

“Pemetaan ini kami lakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Kalteng yang merayakan Natal dan Tahun Baru,” kata Iwan.

Operasi Lilin Telabang 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember hingga 2 Januari, dengan melibatkan 1.674 personel gabungan, terdiri dari 106 personel Polda Kalteng, 604 personel polres jajaran, dan 964 personel instansi terkait lainnya. Puluhan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu disiapkan di titik-titik strategis.

Kapolda menegaskan, keberhasilan pengamanan Nataru sangat bergantung pada koordinasi dan sinergi seluruh pihak. “Kami berharap masyarakat Kalteng dapat merayakan Nataru 2026 dengan aman, damai, dan penuh suka cita,” pungkasnya.

Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menegaskan Pemerintah Provinsi siap bersinergi dengan TNI-Polri dan seluruh stakeholder untuk memastikan perayaan Nataru aman, tertib, dan kondusif.

“Pemerintah provinsi mendukung penuh langkah Polda Kalteng dalam mengamankan Natal dan Tahun Baru. Sinergi lintas sektor penting agar masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman dan nyaman,” ujarnya. 

Menurut Agustiar, pengamanan Nataru tidak hanya terkait keamanan ibadah dan perayaan pergantian tahun, tetapi juga keselamatan masyarakat menghadapi potensi peningkatan arus lalu lintas dan cuaca ekstrem. Ia mengapresiasi pemetaan titik rawan kecelakaan, kemacetan, dan bencana yang dilakukan Polda sebagai langkah antisipasi dini.

“Saya berharap seluruh pihak menjalankan tugas dengan baik dan masyarakat ikut menjaga ketertiban. Dengan kebersamaan, Natal dan Tahun Baru di Kalteng dapat berlangsung damai dan penuh suka cita,” pungkas Gubernur. (daq/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#polda kalteng #nataru #operasi lilin