PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya kembali menunjukkan kesiapan dalam penanganan hewan liar berbahaya. Tim berhasil mengevakuasi tiga sarang tawon vespa di lokasi berbeda, yakni di Jalan Mendawai I, Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar, dan Jalan Pinus Permai, Palangka Raya, Minggu (14/12) malam.
Lokasi pertama berada di Jalan Mendawai I Gang Bersama. Tim Rescue Damkar menindaklanjuti laporan warga terkait sarang tawon vespa yang bersarang di wuwungan rumah, tepat di bawah atap. Ukuran sarang terbilang besar, sekitar 80 sentimeter x 80 sentimeter. Beruntung, belum ada warga yang tersengat. Proses evakuasi berlangsung sekitar 1,5 jam karena posisi sarang cukup sulit dijangkau.
Kemudian tim ke lokasi kedua di Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar KM 10. Di kawasan lahan terbuka tersebut, tawon vespa diketahui bersarang di permukaan tanah hingga masuk ke dalam tanah sedalam sekitar dua jengkal orang dewasa atau sekitar 50 sentimeter.
Di lokasi ini, tawon vespa telah menyengat tiga orang dan satu ekor anjing. Ukuran sarang diperkirakan mencapai diameter 80 sentimeter. Tim Rescue Damkar membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mengevakuasi sarang tersebut dengan aman.
Selanjutnya lokasi ketiga berada di kawasan permukiman Jalan Pinus Permai. Sarang tawon vespa ditemukan pada ranting pohon buah lengkeng di halaman rumah warga, dengan ketinggian sekitar lima meter. Ukuran sarang sekitar 70 sentimeter x 80 sentimeter.
Keberadaan sarang diketahui saat warga hendak menebang pohon lengkeng dan melihat tawon beterbangan. Tidak ada warga yang menjadi korban sengatan. Dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) khusus, tim berhasil mengevakuasi sarang dalam waktu sekitar dua jam.
Koordinator Tim Rescue Damkarr Kota Palangka Raya Sucipto mengatakan, seluruh penanganan dilakukan sebagai tindak lanjut laporan masyarakat guna mencegah jatuhnya korban.“Langkah ini kami lakukan demi keselamatan warga. Seluruh penanganan berjalan lancar dan dilakukan pada malam hari agar lebih aman,” ujarnya, Senin (15/12).
Sucipto pun mengimbau warga agar lebih waspada terhadap perubahan lingkungan. Terutama di lahan kosong dan kawasan permukiman, yang berpotensi menjadi habitat tawon vespa. Warga diminta segera melapor ke Damkar jika menemukan sarang tawon berbahaya.
Dirinya juga mengingatkan dampak serius sengatan tawon vespa. Sengatan dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, pusing, mual, hingga reaksi alergi berat atau anafilaksis yang berpotensi mengancam nyawa. Gejala ringan biasanya muncul seketika. Sementara reaksi berat dapat berkembang dalam hitungan menit hingga satu jam setelah sengatan.
“Tawon vespa memiliki racun yang kuat dan bersifat agresif. Jika merasa terancam, mereka bisa menyengat berulang kali dan menyerang secara berkelompok,” terang Sucipto.
Racun tersebut lanjutnya, dapat memicu peradangan jaringan, gangguan sistem saraf, penurunan tekanan darah, hingga gangguan pernapasan. Pada kasus berat, sengatan bisa menyebabkan syok anafilaktik, gagal organ, bahkan kematian jika tidak segera ditangani secara medis.
“Semua orang berisiko tersengat, namun anak-anak, lansia, penderita alergi, dan korban sengatan berulang memiliki risiko lebih tinggi. Pencegahan terbaik adalah menghindari sarang tawon dan segera melapor ke petugas berwenang, salah satunya Damkar, agar penanganan dilakukan secara aman,” pungkas Sucipto. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama