Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Diguyur APBN Rp1,1 Miliar, Rumah Adipati Mangkubumi Kutaringin Dipugar dan Dihidupkan Kembali

Syamsudin Danuri • Minggu, 14 Desember 2025 | 15:53 WIB

Didalam Rumah Pangeran Adipati Mangkubumi terdapat benda-benda pusaka yang dipamerkan pada saat peresmian purna pugar pada Jumat 12 Desember 2025.
Didalam Rumah Pangeran Adipati Mangkubumi terdapat benda-benda pusaka yang dipamerkan pada saat peresmian purna pugar pada Jumat 12 Desember 2025.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Rumah Pangeran Adipati Mangkubumi Kesultanan Kutaringin yang berada di Gang Durian, Kelurahan Raja, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), resmi dipugar melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1,1 miliar pada tahun anggaran 2025.

Pemugaran bangunan cagar budaya tersebut dilaksanakan selama tiga bulan terakhir oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kaltengsel, setelah melalui serangkaian kajian teknis dan kajian kelayakan.

Kajian tersebut menjadi dasar penentuan bagian bangunan yang diprioritaskan untuk diperbaiki, mengingat kondisi fisik bangunan tidak memungkinkan dilakukan pemugaran secara menyeluruh dalam satu waktu.

Baca Juga: Inilah Kronologi dan Dugaan Penyebab Kecelakaan Maut Truk vs Pikap di Cempaga

Kepala Subbagian Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII Kaltengsel, Pahadi, menjelaskan bahwa fokus revitalisasi diarahkan pada perbaikan struktur bangunan yang paling mendesak, terutama pada bagian penyangga lantai dan atap.

“Kayu untuk struktur atap diganti menggunakan material khusus yang tidak tersedia di pasaran umum. Ukurannya sekitar satu meter dengan lebar 20 sentimeter dan ketebalan satu sentimeter, disesuaikan dengan karakter asli bangunan cagar budaya,” jelasnya.

Menurut Pahadi, konsep pemugaran rumah bersejarah ini menitikberatkan pada upaya penguatan struktur dan pendayagunaan kembali bangunan, tanpa menghilangkan bentuk, fungsi, serta nilai keaslian yang melekat sebagai warisan sejarah Kesultanan Kutaringin.

“Pemugaran dilakukan secara hati-hati agar jejak sejarah dan arsitektur tradisionalnya tetap terjaga sebagai identitas budaya Kotawaringin,” tegasnya.

Dalam peresmian hasil revitalisasi yang digelar pada Jumat (12/12/2025), pengunjung juga disuguhi pameran berbagai warisan budaya yang tersimpan di dalam Rumah Adipati Pangeran Mangkubumi.

Benda-benda bersejarah seperti peralatan rumah tangga, cetakan kue tradisional, hingga manuskrip kuno dipamerkan kepada publik.

Manuskrip-manuskrip tersebut telah melalui proses pendataan dan digitalisasi sejak tahun 2021. Naskah kuno itu menampilkan illuminasi atau ragam hias khas yang menjadi kekayaan visual warisan tulis masyarakat lokal.

Tak hanya pameran benda bersejarah, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan pameran kuliner tradisional. Beberapa kue yang ditampilkan merupakan hasil cetakan kuno yang ditemukan di rumah tersebut, seperti cetakan berbentuk bintang dan ragam bentuk lainnya.

Salah satu kuliner khas yang turut diperkenalkan adalah Coto Manggala. Saat ini, kuliner tersebut tengah dikaji bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk dimasukkan ke dalam Data Pokok Kebudayaan.

Diharapkan, pada tahun mendatang Coto Manggala dapat diusulkan sebagai Warisan Budaya asal Kalimantan Tengah.

Ke depan, Balai Pelestarian Kebudayaan membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Daerah agar upaya pelestarian warisan budaya di wilayah Kotawaringin dapat berjalan lebih optimal.

Dengan anggaran pemugaran mencapai Rp1,1 miliar pada 2025, langkah ini diharapkan menjadi awal penguatan identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga peninggalan sejarah. (sam)

Editor : Slamet Harmoko
#kesultanan kutaringin #Adipati Mangkubumi Kutaringin