radarsampit.jawapos.com-Event Gubernur Motoprix Open Race di Taman Kota Sampit pada 13-14 Desember 2025 tidak hanya diikuti dari pembalap lokal Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kalimantan Tengah. Sejumlah nama dari luar daerah sudah memastikan diri ikut serta berkompetisi adu kecepatan.
"Pendaftaran masih dibuka sampai jam 12 malam ini, Sampai dengan saat ini sudah ada 142 peserta yang sudah mendaftar siap mengikuti kompetisi mulai jam 09.20 WIB besok," kata Muhammad Hasbi Ketua Club Cipta Mentaya Production Muhammad Hasbi Assidiqi selaku Panitia Penyelenggara Gubernur Motorprix Open Race saat dikonfirmasi Radar Sampit, Jumat (12/12).
Telah dikonfirmasi ada 11 peserta bernama Kiki Aranza dan Tomi Salim asal Surabaya, Afin asal Lumajang, Atorix asal Magelang, Abdul Hamid asal Tanjung Tabalong, Hendra asal Pelaihari, Aqsal asal Jawa Timur, Yuditiya asal Kapuas, Dicky asal Palangka hingga Yusril asal Papua.
"Kami perkirakan jumlah peserta lebih banyak dari event sebelumnya. Ada lima pembalap nasional yang habis serinya juga akan datang meramaikan event ini," kata Hasbi.
Kategori open, bobot kelas yang diambil poin yaitu Bebek (Bbk 4 L 150 cc Tune Up Mix Open, Bbk 2 L 130 cc Under Bone Open, Bbk 4 L 130 cc Tune Up Open (Ex MP 2 Boleh Injeksi), Bbk 2 L 116 cc Std Open.
Kategori umum lokal, bobot kelas yang diambil Bbk 2 L 116 cc Std Lokal dan Matic 130 cc Std (MP 7) Lokal.
"Pendaftaran peserta sudah kami buka 10-12 Desember malam ini. Biaya pendaftaran Rp400 ribu. Panitia juga akan siapkan total uang tunai sebesar Rp 117 juta untuk 21 kelas plus juara umum. Untuk juara umum open dihitung juara 1-5 di 4 kelas dan untuk juara umum lokal dihitung juara 1-5 di 2 kelas," jelasnya.
Titik start dan finish yang pada event sebelumnya dilaksanakan di Jalan Yos Sudarso sisi barat Taman Kota Sampit, dipindahkan ke Jalan S Parman.
"Perubahan titik start dan finish tidak sulit, karena dulu start finish di Jalan S Parman, beberapa tahun terakhir ini saja, baru di Jalan Yos Sudarso dikarenakan badan jalannya lebar," katanya.
Pihaknya juga berupaya memastikan akses keluar masuk yang ingin ke Klinik Obor Terapung dan ke Gereja tidak akan tertutup. Panitia juga menyetujui permintaan pihak gereja agar memberikan akses 2,5 meter dari trotoar dan berjanji event open race terakhir digelar di Taman Kota Sampit tahun ini. (hgn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama