SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Usai melakukan pengecekan langsung ke lokasi tumbuhnya bunga bangkai raksasa di areal PT Mustika Sembuluh 3, BKSDA Resort Sampit masih dihadapkan pada satu pertanyaan besar: dari mana asal bibit tanaman langka tersebut?
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengaku penasaran karena bunga bangkai yang diduga kuat Amorphophallus titanium ini muncul di tengah areal perkebunan sawit tanpa adanya catatan penanaman ataupun keberadaan tanaman induk.
“Yang masih jadi pertanyaan, dari mana datangnya bibitnya,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Menurutnya, kondisi di lapangan memperlihatkan fenomena menarik. Salah satu bunga tumbuh berdampingan dengan tanaman lain yang masih memiliki daun. Namun batang bunga bangkai itu justru tidak menunjukkan struktur daun sama sekali, hanya terlihat pangkal batang yang menopang bunga berukuran besar.
“Terus terang, pas lihat tanamannya tadi, kami penasaran juga. Dari mana datangnya bunga itu. Pohon di sebelahnya ada daun. Bunga tumbuh setinggi daun, dan yang terlihat di bagian batangnya cuma ada pangkal batang tanpa daun,” kata Muriansyah.
Ia menduga tanaman tersebut memiliki pola pertumbuhan yang berbeda, di mana fase bunga dan fase daun tidak muncul bersamaan.
“Apa setelah bunga mati, lalu muncul batang baru dari tengah bunga yang mati dan selanjutnya muncul daun? Makin banyak pertanyaan yang muncul. Mungkin karena saya belum mempelajari bunga tersebut secara detail,” ungkapnya.
Untuk menjawab dugaan tersebut, BKSDA bersama bidang konservasi PT Mustika Sembuluh sepakat untuk memantau perkembangan bunga bangkai hingga seluruh proses pertumbuhannya selesai.
Pemantauan harian akan menjadi kunci untuk memahami apakah setelah fase bunga berakhir, tanaman itu akan mengeluarkan batang atau daun baru, atau justru mati total.
“Untungnya, bagian konservasi perusahaan akan terus mengamati perkembangan bunga tersebut sampai mati. Jadi kita bisa mengetahui setelah itu apa yang muncul. Apakah batang baru, atau mati sekalian,” jelasnya.
Fenomena kemunculan Amorphophallus titanium di lingkungan kebun sawit masih menjadi tanda tanya besar bagi BKSDA, terutama terkait sebaran alami bibit dan pola pertumbuhannya.
Temuan lanjutan ini sekaligus membuka peluang penelitian lebih mendalam terhadap vegetasi langka yang jarang muncul di luar kawasan hutan primer. (oes)
Editor : Slamet Harmoko