PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Kondisi oprit Jembatan di Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 67, Kecamatan Pangkalan Banteng, semakin mengkhawatirkan.
Bagian oprit yang menghubungkan badan jalan dengan jembatan tampak ambles dan mengalami retak di sejumlah titik, memicu keresahan para pengguna jalan.
Pantauan Radar Sampit di lokasi menunjukkan retakan aspal memanjang di beberapa sisi. Struktur oprit bahkan turun beberapa sentimeter, menandakan lapisan tanah penopang mulai kehilangan kekuatan.
Warga menyebut kerusakan ini telah terjadi sejak lama, namun dalam beberapa pekan terakhir kondisinya makin memburuk.
“Setiap lewat terasa makin turun. Kalau dibiarkan, bisa-bisa ambrol,” ujar Parlan seorang pengendara yang melintas, Senin (8/12/2025)
Kondisi ini bukan hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi merusak struktur jembatan secara keseluruhan jika tidak segera ditangani.
Hal senada juga diungkapkan Agus, warga Desa Natai Kerbau ini mengungkap bahwa jalan dan jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat sekitar dan juga Kalteng secara umum.
"Misal ini ya, sampai kejadian itu jebol dan putus, ini kalau warga sekitar sini jalur alternatifnya masih bisa lewat jalan kampung kecil-kecil itu. Tapi untuk kendaraan besar lainnya seperti truk CPO, truk logistik, angkutan penumpang, mau lewat mana? Karena tidak ada jalur alternatifnya ini," tegasnya. (sla)
Editor : Slamet Harmoko