Radarsampit.jawapos.com - Kebakaran besar kemabli membuat heboh Jakarta. Sebuah gedung milik Terra Drone—perusahaan teknologi yang dikenal dengan pengembangan pesawat tanpa awak dan sistem pemetaan modern—hangus dilalap api pada Selasa siang, (9/12/2025).
Lokasinya berada di kawasan padat Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, membuat insiden ini langsung menyita perhatian publik.
Laporan pertama mengalir dari warga sekitar pukul 12.43 WIB. Beberapa menit kemudian, situasi berubah dramatis.
Api membesar, asap hitam membumbung, dan dalam hitungan menit puluhan unit damkar berdatangan untuk mencegah kebakaran merembet ke bangunan lainnya.
Kejadian ini bukan sekadar peristiwa kebakaran biasa. Bagi banyak pihak, ini adalah peringatan betapa rentannya pusat teknologi di ibu kota.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta bergerak sangat cepat. Sekitar pukul 12.50 WIB, tim sudah berada di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
Total 28 unit mobil damkar dan 101 personel dikerahkan—angka yang menunjukkan betapa seriusnya situasi ini.
Petugas bekerja melakukan penyekatan area agar api tidak merambah ke gedung lain, mengingat wilayah Kemayoran dikenal dengan jarak bangunan yang rapat.
Evakuasi dilakukan secara menyeluruh. Beberapa pekerja gedung sekitar sempat dievakuasi karena khawatir asap beracun menyebar.
Namun hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku menuntaskan pemadaman dan pendinginan lokasi.
Terra Drone bukan perusahaan biasa. Mereka adalah pemain besar dalam industri drone, pemetaan digital, hingga sistem inspeksi berbasis AI.
Banyak proyek strategis infrastruktur, energi, dan pertahanan yang menggunakan teknologi mereka.
Artinya, insiden ini bukan hanya soal bangunan terbakar—tetapi menyangkut:
• keamanan data digital
• potensi kerugian teknologi
• risiko gangguan operasional
• potensi hilangnya perangkat canggih bernilai miliaran rupiah
Tak sedikit yang bertanya-tanya: Apakah ada data penting yang ikut hangus? Atau ada sistem vital yang terdampak? Hingga kini belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan.
Penyebab Kebakaran Masih Misteri
Petugas damkar belum bisa memastikan apa yang memicu api begitu cepat membesar. Penyebab sedang diselidiki, mulai dari korsleting, kelalaian teknis, hingga potensi kerusakan instalasi.
Ada yang menduga kebakaran terjadi di area penyimpanan perangkat elektronik, mengingat drone dan sistem baterai lithium-ion rawan panas. Namun dugaan tetaplah dugaan. Semuanya masih menunggu investigasi resmi.
Kebakaran ini memicu kepanikan warga sekitar hingga harus melakukan penutupan jalan dan berlanjut dengan terganggunya aktivitas toko. Kemudian asap pekat menyelimuti area hingga beberapa kendaraan terpaksa dialihkan.
Beberapa saksi mata mengaku mendengar suara letupan kecil sebelum api membesar. Hal ini semakin menambah misteri penyebab kebakaran di gedung teknologi tersebut.
Ratusan petugas yang diterjunkan membuktikan bahwa respons Pemprov DKI terhadap kebakaran besar semakin cepat dan terkoordinasi. Namun, peristiwa ini juga kembali mengingatkan publik bahwa kawasan padat di Jakarta masih kurang ruang evakuasi dan rentan bencana.
Gedung-gedung teknologi yang menyimpan perangkat sensitif seharusnya memiliki sistem proteksi kebakaran berlapis. Apakah Terra Drone memilikinya? Hingga kini belum ada keterangan resmi.
Korban jiwa maupun luka belum dilaporkan. Namun dari sisi material, jelas kerugian tidak kecil. Gedung dan fasilitas teknologi tinggi di dalamnya mungkin mengalami kerusakan parah.
Belum ada keterangan apakah ada perangkat drone, server data, atau laboratorium teknologi yang ikut hangus. Semua menunggu laporan resmi tim investigasi.
Hingga malam ini, proses pendataan, olah TKP, dan asesmen risiko masih berlangsung. Setiap titik bekas api sedang dikaji untuk menemukan sumber awal kobaran.
Peristiwa ini membuka kembali perdebatan soal kesiapan infrastruktur gedung teknologi di Jakarta. Industri drone yang sedang naik daun kini harus menghadapi satu tantangan besar: keamanan fisik fasilitas mereka. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko