SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Bencana banjir rob (banjir pesisir) kembali terjadi di bantaran sungai dan daerah pesisir wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
"Desember ini sudah banjir rob yang kedua, Sabtu malam tadi dan Minggu malam ini banjir rob tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Akhmad Afandi saat meninjau lokasi banjir di salah satu rumah warga di Jalan HM Noor, Samuda Kota, Minggu (7/12) malam.
Banjir rob sudah biasa dialami warga terutama di wilayah selatan Kotim seperti di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit.
"Setiap memasuki bulan purnama, pasti banjir ROB. Biasanya banjir berlangsung tidak lebih dari 7 hari. Warga yang tinggal di bantaran sungai sudah terbiasa dengan situasi ini, karena genangan banjir tidak lama. Hanya sekitar 2-3 jam, asalkan tidak diiringi hujan deras, air cepat saja surut," katanya.
Ketinggian genangan banjir bervariasi dikisaran 30-90 cm, bahkan pada titik tertentu yang merendam badan jalan, tidak bisa dilewati kendaraan roda dua.
"Dari 8 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan MHS, hampir semua terdampak banjir rob terutama di permukiman warga yang tinggal di bantaran sungai seperti di Sei Ijum Raya, Sebamban, Basirilih Hilir, Samuda Kota, Handil Sohor, Jaya Karet terdampak banjir rob," katanya.
Seperti kejadian pada Sabtu (6/12) malam, genangan banjir sampai meluap ke Jalan Parto Muksin sekitar jam 20.00 WIB dan Minggu (7/12) malam ini, genangan banjir sekitar jam 19.30 malam sudah naik menggenang Jalan HM Noor di Kelurahan Samuda Kota.
"Malam tadi air sudah naik meluap ke Jalan Parto Muksin sekitar jam 8 malam, barusan saya pantau air sudah mulai naik tapi hanya sebagian terendam. Kondisi jalan yang sudah tergenang banjir ketinggian sekitar 30 cm di Jalan HM Noor," ujarnya.
Ia juga meninjau kondisi beberapa rumah warga di Samuda Kota yang paling sering terdampak cukup dalam.
"Akhir tahun 2025 ini, ketinggian air tidak seperti biasanya. Banjir rob kali ini cukup tinggi. Tahun-tahun sebelumnya, tidak pernah air pasang setinggi ini hampir mencampai satu meter, bahkan ada beberapa titik yang tidak bisa dilalui kendaraan roda dua," ujarnya.
Menurut informasi BMKG, banjir rob diprediksi terjadi mulai 6-15 Desember 2025 yang berdampak di wilayah pesisir dan bantaran sungai di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan sekitarnya.
"Air pasang mulai naik sekitar jam 21.00 malam, kondisi pasang tertinggi jam 23.00 WIB. Ini masih akan naik lagi, setelah lewat tengah malam mulai surut perlahan. Informasi yang kami terima dari BMKG, banjir rob diprediksi mulai 6-12 Desember ada juga yang menyebut sampai tanggal 15 Desember 2025," tandasnya. (hgn)
Editor : Slamet Harmoko