Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bunga Langka Raksasa Muncul di Tengah Kebun Sawit di Kotim

Usay Nor Rahmad • Minggu, 7 Desember 2025 | 15:05 WIB

 

Penampakan Bunga Bangkai di areal salah satu PBS sawit di Kotim.
Penampakan Bunga Bangkai di areal salah satu PBS sawit di Kotim.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com –Kemunculan dua bunga berukuran raksasa di tengah areal salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kotawaringin Timur viral di media sosial, Minggu  (7/12). Bunga yang tumbuh diduga di areal  PT Mustika Sembuluh itu memperlihatkan dua individu bunga yang tingginya lebih dari satu meter dan dipagari batang kayu.

Dalam rekaman video, terdengar percakapan warga yang menyebut bunga itu sebagai bunga bangkai. Namun sebagian lainnya menduga tanaman tersebut adalah bunga porang.

Keraguan itu muncul karena bentuk tongkol dan kuncupnya yang bagi sebagian warga terlihat mirip. Namun hasil penelusuran Radar Sampit memastikan bahwa tanaman tersebut adalah bunga bangkai jenis Amorphophallus Titanium. Salah satu spesies bunga terbesar dan paling langka di dunia.

Amorphophallus titanium, atau lebih dikenal sebagai Titan Arum atau bunga bangkai raksasa, merupakan tanaman endemik hutan Sumatera. Tanaman ini terkenal karena ukuran bunganya yang dapat mencapai 2 hingga 3 meter saat mekar penuh, menjadikannya salah satu bunga terbesar di dunia. Selain ukurannya yang spektakuler, Titan Arum juga terkenal karena mengeluarkan bau menyengat seperti bangkai saat mekar. Bau tersebut berfungsi menarik serangga penyerbuk seperti lalat dan kumbang bangkai.

Bunga bangkai raksasa sangat jarang ditemukan mekar di alam liar, apalagi di area perkebunan. Titan Arum membutuhkan kondisi habitat yang lembap, naungan pohon, serta tanah yang kaya bahan organik. Hasil penelusuran Radar Sampit munculnya di area perkebunan kelapa sawit mengindikasikan bahwa sebagian kawasan kebun masih memiliki tutupan tanah dan mikrohabitat yang mendukung pertumbuhan tanaman langka ini.

Selain itu, Titan Arum dikenal memiliki siklus hidup yang panjang dan tidak menentu. Fase pertumbuhan umbinya dapat berlangsung bertahun-tahun sebelum akhirnya menghasilkan bunga raksasa. Ketika mekar, fase itu hanya berlangsung sekitar satu hingga dua hari sebelum bunganya layu kembali.

Pagar kayu sederhana dipasang di sekeliling bunga itu untuk mencegah kerusakan akibat pengunjung. Belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan maupun instansi konservasi terkait apakah bunga tersebut akan diamankan atau dibiarkan tumbuh alami di lokasi.

Kemunculan Amorphophallus Titanium di Kotim menjadi fenomena langka dan semestinya dapat menarik perhatian pecinta botani. Selain karena ukurannya yang luar biasa, bunga ini juga merupakan simbol penting keragaman hayati Indonesia. Jika dirawat dan tidak dirusak, Titan Arum berpotensi menjadi objek edukasi dan konservasi bagi masyarakat. (oes)

Editor : Agus Jaka Purnama
#bunga bangkai #raksasa #Kotawaringin Timur (Kotim) #sampit #bunga langka #kelapa sawit #Amorphophallus Titanum