Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Siap-Siap! Kawasan Rawan Narkoba Eks Bioskop Golden di Sampit Bakal Disterilkan

Rado. • Kamis, 4 Desember 2025 | 15:45 WIB
Rakor perencanaan operasi gabungan untuk pemulihan kawasan rawan narkoba di Sampit, baru-baru tadi.
Rakor perencanaan operasi gabungan untuk pemulihan kawasan rawan narkoba di Sampit, baru-baru tadi.

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) bersama kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, mempersiapkan tindakan untuk memberantas peredaran narkoba, khusus di kawasan belakang eks bioskop Golden, Kecamatan MB Ketapang Sampit.

Kepala BNNK Kotim AKBP Muhammad Fadli menyatakan, upaya itu merupakan inisiatif bersama dengan Ketua DPRD Kotim , setelah melihat bahwa setiap kegiatan penyuluhan dan pencegahan narkoba, selalu mengarah pada persoalan peredaran narkoba di kawasan tersebut.

“Setiap kita melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penyuluhan. Baik ke pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan tokoh adat, mengarahnya ke belakang eks Golden,” ujarnya, saat rapat di gedung DPRD Kotim, Senin (1/12) sore.

Sementara rapat tersebut, merupakan koordinasi lintas sektor sebagai persiapan Operasi Pemulihan Kawasan Rawan Narkoba. Kegiatan tersebut bakal melibatkan camat, lurah, sejumlah ormas dan pihak terkait lainnya.

Muhammad Fadli juga mengungkapkan, selama ini banyak penangkapan yang dilakukan Polres Kotim di lokasi tersebut. Namun pengedar narkoba masih muncul lagi. Sehingga menurutnya, persoalan tersebut harus diputus dari akarnya, agar tempat itu bersih, bebas dari narkoba.

"Itu bukan tindakan penangkapan tetapi tindakan preventif artinya lebih baik mencegah daripada melakukan tindakan represif. Namun apabila kegiatan kita ini nanti tidak berhasil, baru kita melaksanakan tindakan pepresif," imbuhnya.

Fadli juga menjelaskan, tindakan preventif t akan dilakukan bertahap, rutin seminggu sekali. Pihaknya pun berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk mengumpulkan ketua RT/RW yang ada di lingkup belakang Eks Golden.

Sosialisasi itu dengan  mengumpulkan masyarakat sekitar dan mendalami penyebab menjadi lokasi penjualan dan penggunaan narkotika.

"Kita kumpulkan masyarakat sekitar situ. Kita cari solusi agar anggapan kampung narkoba itu hilang dari situ. Pendekatan kita ini jangan sampai ada lagi penjualan narkoba ada di situ. Karena siapa tahu yang menjual narkoba itu hanya beberapa, sementara yang lainnya baik-baik saja," imbuh Fadli.

Diungkapkannya, BNNK Kotim sempat mendatangi lokasi tersebut dan tampak normal-normal saja meski ada beberapa titik yang mencurigakan. Sehingga ia menekankan jangan sampai hanya karena beberapa persen yang terlibat narkoba tetapi dicap seluruh lingkungan.

"Jadi pencegahan ini agar masyarakat di sekitar situ bisa menolak kehadiran bandar-bandar dan orang-orang yang belum pernah menggunakan kita cegah agar tidak menggunakan. Jadi sosialisasi ini terkait masyarakat awam yang masih baik-baik, supaya mereka waspada dan bisa menolak penggunaan narkotika," pungkas Fadli.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Kotim AKP Suherman mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali melakukan penindakan di wilayah Eks Golden. Namun, aktivitas peredaran masih muncul kembali.

 “Kami sudah puluhan kali melakukan tindakan, tapi tetap saja ada. Karena narkoba itu akan ada selama ada penjual dan pembeli. Maka pendekatannya harus kita ubah,” sarannya.

Salah satu tantangan saat penindakan adalah kurangnya dukungan saksi dari perangkat lingkungan, seperti RT. Sebab narkotika merupakan tindak pidana khusus mewajibkan kehadiran saksi resmi dari lingkungan setempat.

“Kami ingin menggugah warga untuk lebih peduli. Selain sosialisasi, kita rencanakan pemasangan spanduk imbauan dan melihat respons masyarakat,” tambah Suherman.

Ketua DPRD Kotim Rimbun, menegaskan, kawasan belakang eks Golden sudah lama menjadi perhatian, karena disebut sebagai salah satu titik merah narkoba di Kotim.

“Kita mendengar Kotim memasuki zona merah peredaran narkoba. Salah satu titiknya berada di belakang Golden yang dulu terkenal sebagai bioskop yang sudah tutup.Ini menjadi PR kita bersama untuk menyadarkan masyarakat di sana,” paparnya.

Rimbun menambahkan, kondisi Lapas Sampit kini sudah kelebihan kapasitas. Sebenarnya hanya mampu menampung 250 orang, namun kini dihuni hampir seribu warga binaan,  dengan sekitar 600 orang terkait kasus narkoba.

“Ini ancaman serius. Bagaimana SDM kita bisa maju kalau sudah banyak menjadi pecandu berat. Karena itu, kami sepakat untuk turun langsung dan menjadwalkan pertemuan di titik rawan narkoba tersebut,” pungkasnya.(ang/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#eks bioskop golden sampit #DPRD Kotim #preventif #sterilisasi #BNNK Kotim #represif #kawasan rawan narkoba #MB Ketapang