Sekretaris Desa Tumbang Mujam Dolik, mengatakan ketinggian air yang sebelumnya hanya sekitar 5 sentimeter dari permukaan tanah, kini meningkat menjadi 49 sentimeter.
”Tambah naik. Aktivitas warga mulai terganggu karena kendaraan roda dua dan roda empat sudah tidak bisa melewati jalan yang terdampak banjir,” ujar Dolik.
Air naik akibat hujan sangat lebat di wilayah hulu. Meski hujan mulai mereda sejak pukul 04.00 WIB, air kiriman masih terus mengalir menuju kawasan desa. Banjir menggenangi sejumlah titik permukiman dan badan jalan yang menjadi jalur utama aktivitas warga.
Sebelumnya, BPBD Kotim melaporkan banjir di Tumbang Mujam pada 1–2 Desember sempat menunjukkan tren penurunan. Data Telemetri BWS Kalimantan II di POS PKL Tumbang Sangai mencatat intensitas hujan mencapai 126,5 mm, kategori sangat lebat, pada 29 November 2025.
Sementara itu, banjir besar juga melanda Desa Rantau Suang, Kecamatan Telaga Antang, yang berdampak pada 150 warga. Sebanyak 56 rumah terendam dengan tinggi air 1–1,5 meter, sebelum akhirnya surut, Selasa malam (2/12/2025).
BPBD Kotim masih melakukan pemantauan di dua desa tersebut dan mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan tinggi masih dapat terjadi di wilayah utara Kotim. (oes)
Editor : Agus Jaka Purnama