SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Upaya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit untuk melacak keberadaan beruang besar yang muncul di kawasan perbatasan Wengga–Bumi Raya, Kecamatan Baamang, menghadapi kendala. Petugas yang turun ke lapangan tidak menemukan lokasi pasti kemunculan satwa liar tersebut seperti yang terlihat dalam video viral.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan observasi langsung ke sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi kemunculan beruang pada Selasa sore (25/11/2025). Namun, laporan warga yang sebelumnya memberikan informasi tidak dapat dihubungi.
“Kami tidak menemukan lokasinya. Petugas sudah berkeliling, tapi titik yang tampak dalam video itu tidak ditemukan,” ujar Muriansyah, Jumat (28/11/2025).
Meski tidak menemukan jejak terbaru beruang, tim BKSDA justru menemukan fakta mengejutkan yang diyakini menjadi pemicu satwa tersebut mendekati permukiman. Di sejumlah jalan di kawasan Wengga maupun Bumi Raya, petugas mendapati tumpukan sampah yang dibuang sembarangan oleh warga.
“Di jalan Bumi Raya banyak warga yang buang sampah sembarangan, di pinggir jalan,” ungkap Muriansyah.
Menurutnya, kondisi ini sangat berpotensi mengundang satwa liar seperti beruang untuk berkeliaran lebih dekat ke hunian warga. Beruang diketahui oportunis dalam mencari makanan dan tertarik pada sisa-sisa organik yang dibuang masyarakat.
Hal tersebut bukan kali pertama terjadi. Beberapa waktu lalu, warga sempat melihat seekor beruang mengorek dan memakan sisa makanan dari tumpukan sampah sekitar perumahan.
Yang membuat situasi ini semakin mengkhawatirkan, beruang justru muncul pada musim hujan. Muriansyah menyebut pola ini tidak lazim, karena biasanya beruang mendekati permukiman saat musim kemarau ketika sumber makanan dan air di hutan berkurang.
“Ini pola yang berbeda. Biasanya musim kemarau. Tapi sekarang justru musim hujan, beruang malah muncul,” ujarnya.
Perubahan perilaku ini menimbulkan dugaan adanya gangguan habitat atau perubahan siklus makan beruang, sehingga satwa tersebut mencari sumber makanan alternatif di wilayah permukiman.
Sebelumnya, video seekor beruang berukuran besar yang terekam di perbatasan Wengga–Bumi Raya sempat viral. Dalam rekaman, beruang terlihat berada di semak-semak sebelum kembali masuk ke area pepohonan. Warga sempat menghentikan aktivitas karena khawatir satwa tersebut bergerak menuju jalur permukiman.
Pajri, warga setempat, membenarkan video tersebut direkam keluarganya. Ia meminta warga di jalur Wengga–Bumi Raya tetap berhati-hati, terutama yang rumahnya berada di area belakang Bumi Raya WMP 3 hingga Jalan Kareta Kencana.
BKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menghindari interaksi langsung jika melihat satwa liar tersebut.
“Kami terus memantau dan akan kembali ke lokasi bila ada laporan baru. Warga kami imbau tetap waspada,” tegas Muriansyah. (oes)
Editor : Agus Jaka Purnama