SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 55 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menghadapi masalah serius, yakni kekurangan tenaga pendidik dan fasilitas belajar, hingga membuat sejumlah wali asuh harus bekerja lebih dari delapan jam setiap hari.
Kepala SRT 55 Kotim, Nikkon Bhastari, mengungkapkan bahwa tenaga pendidik yang tersedia saat ini terdiri dari 10 wali asuh, 4 wali asrama, 4 juru masak, 6 petugas keamanan, 6 cleaning service, 1 bendahara, dan 1 operator. Namun komposisi itu masih jauh dari ideal.
”Awalnya kami hanya memfokuskan yang terpenting kuota terpenuhi. Tetapi dalam pelaksanaannya ada ketimpangan, enam wali asuh laki-laki dan 4 wali asuh perempuan. Kami masih kekurangan 1 wali asuh laki-laki dan 2 wali asuh perempuan," kata Nikkon, Kamis (2/11).
Semua tenaga pendidik mulai bertugas sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dimulai pada 30 September 2025.
Saat ini SRT 55 Kotim menampung 100 peserta didik. Rinciannya, 50 siswa SD dan 50 siswa SMA, yang diajar oleh 14 guru SMA dan hanya 2 guru SD.
Kekurangan guru pun cukup signifikan. ”Guru SMA masih kekurangan guru agama Islam, Kristen dan Hindu, kimia, seni budaya dan sejarah. Guru SD kekurangan 3 wali kelas dan satu guru olahraga. Kekurangan tenaga pendidik dan guru mata pelajaran sudah saya usulkan melalui aplikasi Setara dari Kemensos dan Bidang OSDN," ujarnya.
Masalah serupa terjadi pada ketersediaan fasilitas. SRT 55 masih kekurangan buku mata pelajaran, buku tulis, serta seragam dan sepatu untuk peserta didik.
”Informasinya seragam sudah dalam proses pengiriman di ekspedisi, tetapi sampai sekarang seragam dan sepatu belum datang," ujar Nikkon.
Dia berharap kekurangan guru dan fasilitas belajar segera ditindaklanjuti agar pembelajaran dapat berjalan optimal.
”Kami harapkan usulannya bisa terpenuhi. Karena, ada beberapa wali asuh yang bekerja lebih dari 8 jam. Siswa kami juga masih kekurangan buku tulis dan seluruh buku mata pelajaran yang kami harapkan kekurangan ini dapat dipenuhi oleh Kemensos dan pihak terkait," katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.