Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Beruang Besar Muncul di Perbatasan Wengga–Bumi Raya, Warga Sampit Diminta Waspada!

Usay Nor Rahmad • Kamis, 27 November 2025 | 20:48 WIB
SATWA LANGKA: Beruang besar dekat dengan permukiman warga di di kawasan perbatasan Wengga–Bumi Raya, Kecamatan Baamang  Selasa sore (25/11/2025). FOTO: TANGKAPAN LAYAR/RADAR SAMPIT
SATWA LANGKA: Beruang besar dekat dengan permukiman warga di di kawasan perbatasan Wengga–Bumi Raya, Kecamatan Baamang Selasa sore (25/11/2025). FOTO: TANGKAPAN LAYAR/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com  – Seekor beruang dilaporkan muncul di kawasan perbatasan Wengga–Bumi Raya, Kecamatan Baamang, Selasa sore (25/11/2025) sekitar pukul 16.00. Kemunculan satwa liar tersebut terekam warga yang melintas di area hutan sekitar lokasi.

Dalam rekaman yang beredar, beruang itu tampak berada di area semak-semak sebelum kembali bergerak masuk ke dalam pepohonan. Warga yang melihat kejadian itu sempat menghentikan aktivitasnya karena khawatir satwa tersebut mendekati permukiman.

Pajri, warga setempat, membenarkan adanya kemunculan beruang di wilayah tersebut. Ia menyebut video itu direkam keluarganya yang kebetulan tinggal di jalur penghubung antara Wenga dan Bumi Raya.

“Video itu mama saya yang merekam. Kebetulan rumah kami bisa tembus Wenga lawan Bumi Raya. Harap hati-hati bagi warga yang rumahnya di belakang Bumi Raya WMP 3, Jalan Kareta Kencana. Rumah kami juga di pertengahan jalur itu,” ujar Pajri, Kamis (27/11/2025).

Masyarakat yang beraktivitas di kebun ataupun melintas di jalur sekitar Wenga dan Bumi Raya diimbau tetap waspada dan menghindari interaksi langsung dengan satwa liar tersebut.

“Kalau diamati dari video, itu beruang yang berukuran besar atau dewasa. Masyarakat kami imbau waspada. Kami akan segera melakukan observasi ke lokasi kemunculan beruang untuk selanjutnya dilakukan tindakan,” ungkap Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah. (oes)

Editor : Farid Mahliyannor
#hewan mamalia #satwa dilindungi #karnivora #binatang langka