SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Rekonstruksi Jalan Pramuka dikerjakan bukan sekadar pengaspalan.
Sepanjang 2.100 meter ruas ini dibongkar, ditinggikan, dan dilebarkan dengan teknologi CTB (Cement Treated Base) yang memungkinkan proses lebih cepat dan struktur jalan lebih kuat.
Proyek yang mulai dikerjakan sejak 31 Oktober 2025 itu kini memasuki tahap pencampuran material semen dan agregat menggunakan recycling machine.
Setelah sebelumnya dilakukan pengukuran serta penghamparan agregat kelas A.
”Pencampuran material semen dan agregat sudah dimulai Sabtu lalu dan sesuai estimasi sebelumnya, pekerjaan pencampuran akan selesai hari ini dan dilanjutkan pemadatan jalan,” kata Mentana Dhinar Tistama, Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, melalui Bagus Anugrah Nusantara selaku PPK Rekonstruksi Jalan Pramuka, Senin (24/11).
Pengaspalan senilai Rp9.863.004.111 itu dikerjakan CV Jasa Lintas Utama dengan mekanisme CTB yang memadukan material baru dan daur ulang. Metode ini disebut jauh lebih cepat dibanding pengaspalan lainnya.
”Mekanisme CTB ini prosesnya lebih cepat. Sabtu ini rencananya mulai diaspal dengan estimasi pekerjaan selesai dalam dua minggu. Sehingga dipastikan, waktu pekerjaan bisa selesai lebih cepat sebelum masa kontrak berakhir 29 Desember 2025,” ujarnya.
Pengaspalan dilakukan pada seluruh panjang 2.100 meter dengan pelebaran dua segmen; lebar 6,5 meter untuk 550 meter dan 5,5 meter untuk 1.550 meter.
Seluruhnya dibangun dengan ketebalan 27 sentimeter agregat termasuk 7 sentimeter lapisan aspal.
Proyek ini menjadi paket dengan nilai terbesar dari total 67 kegiatan yang dibiayai APBD Perubahan.
”Dari 67 paket kegiatan, delapan paket kegiatan di antaranya menelan anggaran cukup besar, salah satunya Jalan Pramuka sebesar Rp9,8 miliar yang seluruhnya dimulai Oktober dan harus selesai Desember akhir tahun ini,” katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.