SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Musim durian yang seharusnya membawa harapan bagi para petani di Kotawaringin Timur (Kotim) justru dibayangi kecemasan.
Cuaca ekstrem disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir mulai merusak pohon-pohon durian dan menggugurkan buah muda sebelum waktunya.
Salah satu yang merasakan langsung dampaknya adalah Topan, petani durian di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang.
Angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Senin siang (17/11/2025) menyebabkan dahan salah satu pohon durian andalannya patah. Puluhan buah durian yang masih muda pun jatuh berserakan.
“Padahal perkiraan panen bulan Januari atau Februari,” ujarnya dengan nada kecewa.
Durian jenis Petak Baduruh yang menjadi andalannya itu terpaksa terbuang sia-sia. Ia menyebut, setidaknya ada tiga batang pohon yang patah, dengan total buah mencapai sekitar 60 buah.
“Dari sekian banyak pohon ada tiga batang yang patah, buahnya sekitar 60-an,” imbuhnya.
Meski terdengar berat, Topan mencoba tetap berpikir positif. Ia menganggap kejadian ini bagian dari proses alam yang secara alami mengurangi beban pohon yang sedang berbuah lebat.
“Ini tandanya kapasitas buah berlebih. Tidak boleh juga terlalu banyak. Ini alam menyortir. Kemungkinan 10 persen dari yang ada di atas,” selorohnya.
Topan menambahkan bahwa ia bukan satu-satunya petani yang mengalami kerugian. Beberapa petani durian lainnya di Baamang maupun wilayah sekitar juga melaporkan pohon mereka mengalami kerusakan serupa akibat terpaan angin.
Kendati begitu, ia tetap optimistis bahwa panen durian mendatang masih bisa menghasilkan kualitas yang baik, selama cuaca ekstrem dengan angin kencang tidak terjadi terus-menerus.
“Namanya juga bertani durian, risiko seperti ini pasti ada. Selagi angin tidak terus-terusan, mudah-mudahan panen nanti tetap bagus,” tuturnya.
Cuaca ekstrem memang menjadi ancaman bagi petani di Kotim belakangan ini. Angin kencang tidak hanya menggugurkan buah, tetapi juga berisiko menyebabkan pohon tumbang, merusak kebun, serta memicu kerugian ekonomi bagi para petani.
Para petani berharap kondisi cuaca segera membaik agar mereka dapat menyambut musim panen awal tahun dengan penuh harapan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko