SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kemunculan rumput liar dan sampah plastik di kawasan Patung Ikon Jelawat, Sampit, mendapat respons cepat dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kepala Diskoperindag Kotim Johny Tangkere mengatakan pihaknya langsung menurunkan petugas setelah menerima laporan masyarakat.
“Menyikapi laporan dari masyarakat, petugas kami langsung melakukan pembersihan di kawasan Ikon Jelawat,” ujarnya, Sabtu (15/11).
Johny menjelaskan, kawasan Ikon Jelawat merupakan aset yang berada di bawah kewenangan Diskoperindag Kotim. Namun, kata dia, pemantauan rutin tidak selalu bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Petugas kebersihan ada dan bekerja rutin, petugas keamanan juga berjaga. Tetapi area mulut patung Jelawat jarang dijangkau karena posisinya cukup tinggi. Pembersihan biasanya dilakukan pada sampah yang berserakan di lantai,” katanya.
Sebelumnya, kondisi Patung Ikon Jelawat menjadi sorotan pengunjung karena terlihat kumuh dan kurang terawat. Sejumlah pengunjung mengeluhkan tumbuhan liar dan sampah yang menggantung di area patung.
“Sekarang Ikan Jelawat bukan keluar air mancur lagi, tapi tumbuhan liar, bahkan ada botol-botol yang menggantung,” kata Rahmad, salah seorang pengunjung, Kamis (13/11).
Ia menyebutkan, kawasan yang dahulu ramai dikunjungi warga untuk bersantai kini semakin sepi karena minim perawatan.
Banyak fasilitas mengalami kerusakan dan daya tariknya berkurang.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kerusakan terjadi di berbagai sudut taman.
Keramik lantai yang pecah dan terlepas tampak di sejumlah titik, bahkan ada yang berserakan hingga ke jalur pejalan kaki. Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan pengunjung, terutama anak-anak.
“Kalau malam tambah parah karena gelap. Lampu-lampu taman banyak yang mati. Dulu tempat ini ramai sekali, sekarang malah seperti tak terurus,” tambah Rahmad.
Selain minim penerangan, rumput liar dan tumpukan sampah mulai mendominasi area taman. Aroma tidak sedap dan pemandangan kotor menguatkan kesan terbengkalai.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penataan dan perawatan menyeluruh. Mereka menilai kawasan tersebut merupakan salah satu wajah kota yang sering dikunjungi tamu dari luar daerah.
“Sayang kalau dibiarkan. Ini wajah kota kita. Banyak tamu dari luar ingin melihat Ikan Jelawat. Tapi kalau keadaannya rusak dan kotor, tentu memalukan,” ujar Rahmad. (hgn/yit)
Editor : Slamet Harmoko